Sabtu, 13 Juni 2026 – 19:45 WIB
Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan bahwa memperkuatra karakter generasi muda itu penting banget. Caranya dengan menanamkan nilai-nilai budaya, moral, dan kebagsaan sebagai dasar buat nyiapin pemimpin masa depan Indonesia. Menurut dia, kemajuan suatu bangsa nggak cuma ditentukan oleh pintarnya ilmu pengetahuan, tapi juga harus punya karakter yang kuat.
"Peradaban besar itu didukung sama pengetahuan dan dijaga sama karakter. Makanya, tugas kita sekarang adalah fokus membangun karakter dan menghidupkan lagi nilai-nilai luhur dari para pendahulu kita," kata Bima waktu ngadiriin Pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) di Mangkuluhur ARTOTEL Suites, Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.
Bima jelasin, tantangan buat bentuk karakter sekarang makin gede karena medsos yang berkembang pesat. Informasi bisa nyebar cepet banget tanpa lewat proses verifikasi yang bener. Jadi, generasi muda harus dibekali kemampuan buat berpikir kritis, punya etika, dan bijak supaya bisa nyaring informasi dan tetep berpegang pada kebenaran.
Dia juga bilang, nyiapin generasi penerus bangsa itu nggak cukup lewat pendidikan formal dan ningkatin kompetensi aja. Katanya sih, karakter dan integritas harus jalan bareng dengan kepintaran supaya bisa lahir pemimpin yang berkualitas dan bertanggung jawab.
Di acara itu, Bima juga ngajak generasi muda buat punya wawasan global tanpa ninggalin akar budaya dan identitas kebangsaan. "Melayu itu kosmopolitan. Menjejak bumi Melayu, berpijak di bumi Nusantara, dan menatap dunia. Kayak founding fathers kita dulu. Mereka berangkat dari budaya lokal, berpikir secara nasional, dan berkarya di tingkat global," ujarnya.
Lebih lanjut, Bima bilang kalau tradisi intelektual Melayu udah ngelarin banyak tokoh penting buat bangsa, kayak Raja Ali Haji dan Buya Hamka. Menurut dia, pemikiran dan teladan dari para tokoh itu masih relevan buat bangun karakter generasi muda di tengah banyaknya tantangan zaman.
Karena itu, dia berharap ISMI bisa jadi ruang yang aktif buat hidupin lagi nilai-nilai budaya, etika, dan kebangsaan lewat kegiatan edukasi dan pengembangan pemikiran. Ini penting buat nyiapin generasi muda yang bisa ngadepin tantangan masa depan sambil manfaatin bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. (LAN)