Film terbaru Steven Spielberg, Disclosure Day, membayangkan momen ketika 8 miliar manusia menyadari bahwa kita tidak sendirian di alam semesta.
Film yang tayang di bioskop Amerika Serikat pada 12 Juni ini adalah kisah fiksi tentang penyembunyian bukti oleh pemerintah dan kemudian “pengungkapan” bahwa alien telah menghubungi Bumi.
Komunitas UFO sudah mengejar momen pengungkapan besar sinematik semacam itu selama 80 tahun. Tapi kemungkinan besar, penemuan ilmiah monumental—seperti deteksi boson Higgs pada 2012 dan konfirmasi gelombang gravitasi pada 2016—adalah pedoman yang lebih baik untuk menggambarkan bagaimana pengungkapan di dunia nyata akan terjadi: melalui penelitian jangka panjang dengan hasil yang terverifikasi. Pendekatannya memang kurang glamor, tapi tetap sangat berdampak.
Prospek pengungkapan spektakuler oleh pemerintah AS bahwa kehidupan alien ada dan telah menghubungi Bumi terasa semakin mungkin dalam beberapa tahun terakhir, meskipun hasilnya mengecewakan. Sejak 2023, kelompok bipartisan di Kongres telah mengadakan tiga sidang yang menampilkan para whistleblower mengenai fenomena anomali tak dikenal (UAP), yang mengecam dugaan konspirasi puluhan tahun oleh pemerintah dan industri swasta. Dan pada Mei lalu, Pentagon mulai merilis kumpulan file UFO paling ambisius dalam sejarah Amerika, di bawah program bernama PURSUE: Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters.
Bagi banyak penganut UFO, ini tampak seperti gelombang besar yang sudah mereka nanti selama 80 tahun, namun tak ada sidang atau dokumen yang berisi bukti tak terbantahkan.skk
“Video gumpalan kabur, kesaksian tak terverifikasi,”begitulah Adam Frank, astrofisikawan peraih Medali Carl Sagan dari Universitas Rochester dan penulis The Little Book of Aliens, mendeskripsikan bukti yang ada. “Mengingat klaim eksplosif yang disampaikan di publik, ini tidak cukup. Ini hanya hal yang sama.”
Pendapat ini, sampai batas tertentu, juga diamini oleh salah satu dari sedikit orang yang mengaku benar-benar telah terbang bersama benda tak biasa i
“Kami sudah menerima fakta tertentu, tapi belum tentu punya lebih banyak jawaban,” kata Ryan Graves, mantan pilot F/A-18 Angkatan Laut AS yang menjadi salah satu dari tiga saksi dalam sidang House Oversight yang monumental pada Juli 2023. “Dan informasi yang kami dapatkan sekarang disampaikan tanpa konteks, analisis, atau pemahaman yang nyata.”
Dalam sidang itu, ia bersaksi bahwa skuadronnya berulang kali menemui benda-benda di lepas pantai timur AS yang melakukan manuver di luar kemampuan pesawat dikenal. Ia lalu mendirikan Americans for Safe Aerospace, sebuah organisasi nirlaba yang mengumpulkan dan menganalisis laporan UAP dari pilot militer dan komersial. Meski bukti konklusif sulit didapat, Graves optimis karena banyak hal yang sudah berubah
Ia melihatnya sebagai perubahan budaya sekaligus institusional, mengacu pada generasi pilot yang kini merasa nyaman melaporkan apa yang mereka lihat lewat kantor Pentagon khusus investigasi kasus UAP.
“Lima, enam, tujuh, delapan tahun lalu, seorang pilot akan melihat sesuatu di udara dan bahkan tak akan memberitahu kopilotnya,” ujarnya, “Sekarang ini benar-benar sudah dilembagakan.”
Hal ini membuatnya “tidak terbantahkan bahwa ada sejumlah besar benda yang menunjukan kemampuan yang tak kita pahami,” kata Graves.
Tapi kurangnya pemahaman ini tak menghentikan para whistleblower serta mantan insider pemerintah membuat klaim berani dalam sidang kongres, konferensi UFO, dan wawancara siniar bersama Joe Rogan serta Tucker Carlson. Yang hilang adalah data keras.
“Jika bahkan sebagian kecil klaim itu benar, seharusnya ada terabyte data dari eksperimen yang dilakukan pada pesawat ruang angkasa serta tubuh alien. Karena hal itu tak dirilis, menurutku data itu tidak enggak ada,” kata Frank.i