Kemajuan AI Xpeng Bakal Dorong Saham XPEV Melonjak dalam Jangka Panjang

Perusahaan mobil listrik (EV) Xpeng (XPEV) udah bikin kemajuan besar di AI dan self-driving, yang bikin mereka dapet deal bagus dengan Volkswagen (VWAGY) dan bantu ningkatin bisnis EV mereka. Berbasis di China, kemajuan AI perusahaan ini bikin mereka siap untuk buka kerja sama dengan pabrikan mobil lain di masa depan, juga jadi pemain besar di bidang robotaxi.

Tapi bukan itu aja. Bisnis mobil terbang Xpeng, yang bakal diluncurin akhir tahun ini, keliatannya menjajikan sementara itu, robot humanoid yang lagi dikembangin perusahaan ini juga bisa jadi pemicu positif banget buat saham XPEV.

Berdasrkan poin-poin ini, valuasi XPEV keliatannya cukup rendah. Jadi, investor yang cari pertumbuhan jangka panjang mungkin harus lirik saham Xpeng.

Tentang Saham Xpeng

Didiriin tahun 2014, Xpeng adalah perusahaan mobilitas berbasis AI asal China yang nge-disen, ngembangin, produksi, dan jual EV buat konsumen yang paham teknologi. Dengan kemajuan AI yang cepet, Xpeng pengen jadi pemimpin global di mobilitas AI. Selain mobil listrik, perusahaan ini juga lagi ngembangin robotaxi, robot humanoid canggih, dan mobil terbang.

Xpeng punya kapitalisai pasar sekitar $15 miliar, sementara saham XPEV punya rasio price-to-sales (P/S) 1,38 kali.

Pencapaian AI dan Self-Driving Xpeng

Di bagian AI, model VLA 2.0 dari Xpeng — yang diperkenalin akhir tahun lalu — makin efektif nyetir dengan belajar dari tindakan manusia di belakang kemudi. Katanya perusahaan ini ngeluarang $500 juta setiap tahun buat ningkatin kemampuan latihan AI mereka. Seorang pengulas bilang sistem mengemudi otonom (AD) Xpeng itu “terlalu alami, terlalu bervariasi, terlalu manusiawi untuk jadi mesin.” Beda sama sistem self-driving lain, teknologi Xpeng cukup adaptif dalam cara nyetir, dengan mobil itu “membaca ruang jalan yang tersedia dan menyesuaikan sikapnya sendiri.”

MEMBACA  Peran Pertanian Karbon dalam Mitigasi Perubahan Iklim

Setelah VLA 2.0 diluncurin di China, pemakaian software self-driving Xpeng meningkat lebih dari dua kali lipat, menurut CEO He Xiaopeng. Pada bulan Februari, Xpeng juga mulai uji coba Level 4 AD di SUV flagship GX mereka. Diluncurin pada 20 Mei, pesanan untuk GX sangat impressive, dan perusahaan dikabarkan kesulitan memenuhi permintaan.

Xpeng udah jadi pemimpin di self-driving, sampe akhirnya keberhasilan teknologi mereka bikin Volkswagen mau kerja sama buat pakai VLA 2.0 dan investasi $700 juta. Ke depannya, perusahaan EV ini bisa bikin deal serupa dengan pabrikan besar lain. Xpeng juga ngomong bakal ngebesarin kerja sama dengan Volkswgen di masa depan.

Meskipun Xpeng belum luncurin VLA 2.0 secara internasional, keahlian teknologi mereka mbantu ningkatin ekspor. Bahkan, pada bulan April lalu, ekspor naik 62% year-over-year (YOY) jadi 6.006 kendaraan. Di empat bulan ppertama 2026, ekspor ningkat 55% YOY jadi 17.563 kendaraan. Xpeng juga sudah ngomong-ngomong soal beli pabrik dari Volkswagen buat penuhi permintaan EV di Eropa. Kabarnya, perusahaan ini pengen gandakan penjualan luar negeri di 2026.

Robotaxi, Mobil Terbang, dan Robot Bisa Besar buat Masa Depan Xpeng

Xpeng udah mulai produksi massal robotaxi, langka yang bisa buka pasar besar di masa depan karena banyak perusahaan — termasuk Uber (UBER) — mulai luncurkan layanan robotaxi mereka sendiri. Uniknya, Xpeng udah uji coba robotaxi Level 4 di jalan umum, dan ingin rilis robotaxi otonom penuh pada awal 2027.

Per April, perusahaan juga punya lebih dari 7.000 pesanan buat mobil terbangnya, yang bakal mulai dikirim akhir tahun ini. Kendarannya diperkirakan harganya sekitar $280.000 per unit. Kalu Xpeng bisa dapet $70.000 margin kotor per kendaraan dan jual 10.000 unit di 2027, itu bakal nambah margin kotor jadi $700 juta. Di 2025, laba kotor Xpeng sekitar $2 miliar, sementara rugi operasional $385,5 juta, jadi mobil terbang bisa jadi penggerak besar tahun depan.

MEMBACA  CEO Agora (API) Akan Membeli Saham hingga $20 Juta

Terakhir, dalam hal robot humanoids canggih, Xpeng mau jadi perushaan pertama yang produksi massal sistem kayak gitu. Perusahaan ini target produksi robot humanoid IRON-nya sebelum awal 2027.

Kesimpulan tentang Saham XPEV

Dari berbagai sisi, Xpeng tidak keliatan jauh tertinggal dari Tesla (TSLA) dalam hal teknologi — tapi kapitalisasi pasar mereka $15 miliar melawan $1,53 triliun milik Tesla. Dengan banyak kemajuan teknologi yang hadir atau lagi berlanggsung, saham XPEB bisa jadi barang murah banget buat investor jangka panjang.

Tinggalkan komentar