Monitor Portabel Terbaik (2026): Layar Kedua yang Sudah Saya Uji

Berada di luar kantor berarti bekerja dari laptop—dan itu seringkali membuat produktivitasku luntur begitu saja. Masalahnya, bagi saya setidaknya, ada pada layar, atau lebih tepatnya, ketiadaan layar. Sebuah monitor portable menyelesaikan dilema ini dengan cepat; kinerjanya mirip layar eksternal di kantor, tetapi dengan keunggulan mobilitas. Meski monitor portable berukuran besar (terutama yang multi-panel) sering kali butuh colokan listrik khusus, sebagian besar bisa menggunakan port USB laptop Anda untuk segala daya yang dibutuhkan.

Kategori monitor portable ini sangat luas, diisi oleh para produsen laptop dan monitor desktop yang sudah memiliki nama besar, juga banyak perusahaan yang mungkin belum pernah Anda dengar. Untuk panduan pembelian ini, saya telah menguji 20 monitor portable dari berbagai merek dengan kisaran harga 70 hingga nyaris 700 dolar. Saya akan membagi rekomendasi utama saya ke dalam empat kategori besar, lengkap dengan beberapa alternatif di setiap kategorinya.

Monitor Portable Terbaik Secara Keseluruhan

Arzopa

Monitor Portable Z3FC

Jika Anda hanya mencari satu layar tambahan di samping laptop tanpa perlu fitur sentuh, Arzopa Z3FC adalah pilihan terbaik bagi kebanyakan orang. Layar 16,1 inci yang lega ini cuma dibanderol 136 dolar, tapi benar-benar sarat fitur. Resolusi 2560 x 1440 piksel memberikan detail yang memadai untuk tugas apa pun—entah kerja atau hiburan—dan layarnya uniknya memiliki kecepatan refresh 180Hz yang sangat cepat. Layar ini termasuk salah satu yang paling terang di antara semua monitor portable yang ada, dan memiliki rating gamut warna yang luar biasa, dengan cakupan 99 persen ruang sRGB dalam pengujian saya. Kualitas warnanya sama kuatnya, dengan rating akurasi rata-rata 1.10 yang saya temui.

Perangkat kerasnya sederhana namun efektif, dengan monitor yang ditopang oleh lengan tipis yang terlipat keluar dari belakang layar serta opsi koneksi yang meliputi mini-HDMI dan dua port USB-C. Karena konsumsi dayanya hanya 13 watt, Anda tidak perlu adaptor eksternal jika terhubung via USB ke laptop. (Meskipun koneksi HDMI tidak membawa daya, jadi Anda harus menggunakan salah satu port USB untuk ke stop kontak eksternal bila memilih opsi itu.) Port USB kedua bisa dipakai untuk mengisi daya ponsel atau perangkat USB lainnya, dan monitor ini bahkan menyertakan dua speaker 2 watt—walau tidak terlalu berguna, setidaknya lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Yang terpenting adalah seberapa portabel layar ini: Dengan bobot hanya 1,64 pon, ini jadi salah satu monitor portable paling ringan di pasaran, terutama dengan ukuran layar sebesar ini.

Pertimbangan tambahan:

MEMBACA  Hak Merek Fyre Festival Dilelang Murah di eBay

Tinggalkan komentar