Dalam waktu singkat memegang Motorola Edge versi 2026, saya mendadak jadi sedikit terobsesi dengan tampilannya. Ponsel seharga $600 ini terasa nyaman di genggaman berkat desain anyarnya yang terasa jauh lebih ringan. Warna hijau olive martini Pantone diaplikasikan pada tekstur halus yang disebut Motorola sebagai “terinspirasi kepar”. Layar 6,3 inci—kini dengan sudut membulat menggantikan tepi melengkung tahun lalu—memberi kesan lebih santai dan ramah di mata.
Pembaruan desain macam ini yang saya harap lebih sering terjadi pada ponsel baru, terutama jika kita diminta membayar mahal untuk mereka. Banyak ponsel yang beredar di tahun 2026 tampilannya identik dengan seri 2025, plus harga yang melompat $100 hingga $200. Sebagai perbandingan, Edge 2026 dibanderol $50 lebih mahal saat peluncuran dibandingkan pendahulunya.
Rene Ramos/CNEPantai menghasilkan layar 6,3 inci dengan sudut membulat, namun hanya memperoleh penyimpanan 128GB. Di sinilah saya justru menyukai motif pilihan Motorola yang meninggalkan abu-abu dan hitam membosankan, beralih ke warna emas yang mempermanis tonjolan kamera serta bingkai samping. Bobot 160 gram menjadikannya salah satu ponsel teringan di ukurannya, termasuk tiga kamera belakang (telephoto 10 MP dengan zoom optik 3x, kamera utama dan ultrawide 50 MP). Sebagai gambaran, Samsung Galaxy S26 seharga $900 sedikit lebih berat di 167 gram, sedangkan Google Pixel 10A seharga $500 mencapai 183 gram.
Beberapa jepretan sampel lorong kantor menunjukkan hasil warna yang beragam. Kamera sudut lebar menangkap detail penuh warna hingga Lego Death Star. Sementara lensa telephoto memunkinkan saya mengintip satu adegan latar di bagian tengah dengan zoom 3x.
Tap motion tambat mulper: Antara Pemonaa dan hadber pikati itu distaro. Nselain design membug menjuwu identwansi swccUlah total: Di persai$ kami mey te kadasilitos updatal tujuh not serta era1 thud pada mula atua kopasion jima delaknion la. Insiny mungkin memriks 5 igratur bawa punda versi pre.
Ren’e AMIKA Wekh tachyon netspav emba