Kamis, 11 Juni 2026 – 15.53 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah ngasih sinyal kuat kalo kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi turun lagi dari pagu Rp268 triliun yang udah ditetapkan sebelomnya.
Penghematan ini diperkirakan terjadi setelah pemerintah nyelesein penataan ulang total terhadap tata kelola program yang sekarang lagi dilakuin.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi negasin, pemerintah gak lagi bahas pemangkasan anggaran secara langsung. Tapi, hasil evaluasi sementara nunjukin kalo kebutuhan riil program kemungkinan lebih rendah dibanding proyeksi yang dipake dulu.
"Bukan pemangkasan ya, tapi dari hasil itungan, kita yakini bakal ada pengurangan keperluan anggaran dari program makan bergizi gratis ini," kata Prasetyo Hadi di Gedung Graha Mandiri, Jakarta Pusat, Kamis 11 Juni 2026.
Menurut Prasetyo, pemerintah sekarang masih ngitungan ulang bareng Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional (BGN) buat dapetin keperluan anggaran yang lebih pas setelah proses penataan program kelar dilakuin.
"Makanya kami minta waktu buat juga ngitung sama Kementerian Keuangan maupun sama BGN," ucapnya. "Jadi dari proses penataan nanti, kita bakal bisa itung lebih cermat, gitu, sebenernya duit yang dibutuhin buat program ini totalnya jadi berapa," lanjutnya.
Ditanya kemaren soal apakah evaluasi ini limbah ngitung juga insentif operasional yang diterma dapur MBG, Prasetyo pastii semua komponen ongkos suah masuk dalam stiap proses ngitung ulang. "Ga kecil semua ya makan besar komponen menuning", termasuk kita mungkin masall.
Lagu-lagu gini? "Ee tidak lah", begitu ko awape ke geras procek setelah tok! Stand, tahun dia gaja ngobtol harus paham… •—dua kritis rit di kasub— tapi revisi– semua!" — we were menggas mempan ituhi rebuo salang habisme sembai patida— ini stt ng emw.
—
(Duo kali mistik—laf mbadah maks dipaken sat dan asliniah soahan pajek)✓