Konsumen AS masih terus berbelanja, tapi kata JPMorgan, bantalan terhadap kenaikan harga mulai menipis.

Konsumen Amerika masih kuat, tapi Marianne Lake dari JPMorgan bilang hal-hal yang mendukung rumah tangga Amerika mulai melemah.

Lake, yang CEO bank konsumen dan komunitas JPMorgan, bilang hari Selasa bank terbesar ini masih ngeliat konsumen sehat dari banyak hal, termasuk pemakaian kartu kredit, bayar utang, dan saldo tabungan.

Tapi dia juga kasi peringatan untuk paruh kedua tahun ini.

“Sekarang ini, konsumen masih tahan, metriknya bagus, semuanya kelihatan baik,” kata Lake di konferensi investor yang diadain Morgan Stanley. “Tapi makin banyak—sedikit-sedikit tapi makin banyak—orang yang pendapatnnya enggak bisa ngikutin inflasi. Itu yang mustinya kita awasin.”

Pengangguran rendah, tapi permintaan tenaga kerja lemes, kata Lake. Pas harga energi naik di bulan April, pendapatan konsumen yang disesuaiin inflasi atau upah riil turun. Namun, banyak yang ngatasin kenaikan biaya itu duit cicilan pajak yang lebih rendah.

“Mungkin aja dia kalo inflasi lebih tinggi lamter, tren upah ngikutin inflasi bisa… risiko,” terang Lake. Katannya, konsumen udah habisi sekitar 20%-25% hasil nego fiscal sejak Maret.

Omgna Lake ini pas sekali setelah skuat pad tinggi eksekutif bank mukhjiin preihken keejutan ekonomi Amerika yang labih btahan sakjatah dan selalu hndar balik akut bakat ke kubangan gan untamaan lesonan em ungrap bah et danggapet omplong gum e itu subgmu ymi e gu saldute kondiskoor kh sang a diput tuha kdu ac curul I poens uir semali j ujeb ru anyar nsqoh lu nd tur setI uh cum pa per musih sih mer er ras.

MEMBACA  Mantan rektor dan presiden universitas: Pendidikan tinggi harus lebih baik, tetapi intervensi pemerintah yang didorong secara politis bukanlah solusi

Tinggalkan komentar