Rabu, 10 Juni 2026 – 18:08 WIB
Jakarta, VIVA – Anggota Komisi XII DPR RI, Shanty Alda Nathalia, menyoroti kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, yang mulai berlaku hari ini.
Menurutnya, pemerintah perlu mengantisipasi dampak lanjutan terhadap daya beli masyarakat serta memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Shanty menyampaikan bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang dipengaruhi oleh dinamika harga energi global. Namun demikian, pemerintah perlu mengambil langkah strategis agar gejolak harga energi internasional tidak terus memberikan tekanan terhadap harga BBM di dalam negeri.
“Kami mencermati kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, yang mulai berlaku hari ini. Meskipun penyesuaian harga merupakan bagian dari mekanisme pasar dan dipengaruhi perkembangan harga energi global, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk memperoleh pasokan energi yang lebih kompetitif dan efisien. Upaya tersebut penting agar kenaikan harga energi internasional tidak terus-menerus berdampak pada harga BBM dalam negeri dan membebani masyarakat,” ujar Shanty.
Lebih lanjut, Shanty menilai kenaikan harga Pertamax perlu mendapat perhatian khusus mengingat sebagian besar pengguna BBM jenis ini berasal dari kelompok masyarakat menengah yang selama ini belum sepenuhnya menerima manfaat BBM bersubsidi.
“Kenaikan harga Pertamax perlu mendapat perhatian karena mayoritas penggunanya berasal dari kelompok masyarakat menengah yang selama ini belum sepenuhnya menerima manfaat BBM subsidi. Dalam situasi daya beli yang masih menghadapi berbagai tantangan, tambahan beban biaya transportasi dan mobilitas berpotensi memengaruhi kemampuan konsumsi rumah tangga, yang merupakan salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Ini yang mustinya jadi perhatian serius,” katanya.
Menurut Shanty, menjaga daya beli masyarakat menjadi faktor penting dalam mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan dampak kenaikan harga BBM non-subsidi tidak meluas terhadap berbagai sektor ekonomi lainnya.
“Kami mendorong pemerintah untuk memastikan kenaikan harga BBM non-subsidi tidak berkembang menjadi tekanan yang lebih luas terhadap perekonomian masyarakat. Pengendalian inflasi, stabilitas harga kebutuhan pokok, serta kelancaran distribusi barang dan jasa perlu menjadi perhatian agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah kenaikan biaya energi,” tambahinya.
Shanty berharap pemerintah dapat terus memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber energi, peningkatan efisiensi rantai pasok, serta optimalisasi kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sektor energi dan perlindungan terhadap kondisi ekonomi masyarakat.