Pemilik bisnis besar selanjutnya adalah para kreator konten," kata Jamie Laing, mantan bintang reality show yang kini jadi pengusaha permen, kepada Fortune.
"Menurutku Coke-Cola nggak bisa lagi muncul tanpa bantuan kreator konten untuk mbangun mereknya."
Kata-kata itu mungkin kedengarnnya kayak provokasi—oh ya, dari seorang kreator konten. Tapi ada totanda kalo masa depan mungkin bakal milik merek yang punya wajah, bukan cuma logo dan sejarah panjang.
Laing mendirikan Candy Kittens, merek permen vegan premium, bareng partner bisnisnya Ed Williams 15 tahun lalu. Sekarang, bisnisnya katanya menghasilkan £15 juta pendapatan per tahun. Permen jelly berbentuk kucing yang warnanya cerah dan kemasannya estetik itu ada di rak-rk Tesco dan Sainsbury’s, bareng produk-produk raksasa permen yang udah mendominasi toko selama turun-menurun.
Selama puluhan tahun, perusahaan kaya Mars—yang punya penjualan tahunan $50 miliar—dan Nestlé, dengan CHF 90 miliar ($113,1 miliar), membangun kerajaan lewat iklan dan distribusi besar-besaran. Candy Kittens jelas nggak bakal langsung ngerebut posisi mereka, tapi ia lumayan berhasil ngambil tempat di rak, perhatian konsumen, dan mangsa pasar, tau-tpa tanpa mesin pemasaran raksasa yang bikin para raksasa itu besar.
Dulu sih cuma proyek atraksi random seorang bintang TV, Candy Kittens tadah tuane berkembang jadi merek pesaing yang terkenal.
Titik manis
Di penghujung 2025, ada langkah paling brianik Candy Kittens sampe sekarang: ia nekad serobot merek cemilan Graze dari Unilever 😲 seharga £36 juta.
Pokronya itu neruin kalo pasar sekaar ada bonus, Cading kesanpakt d juga kaget prikis teektur ini. Untokkek untuk opportunity bakalan gre semoga datc orang kre… enggak enakan* Dulu, perlu terlit titik duet yang brep men of not very sensitive by overcharge: tersedot tektoktektok terlalu “Wow uh walau semest butta be rich if tota…