Meskipun pusat operasional Microsoft dan Amazon berada di sekitar Seattle, bukan di kota itus sendiri, keduanya tetaplah raksasa teknologi yang terkenal royal menggelontorkan dana triliunan rupiah per detik ke komputasi AI. Namun, pada Selasa lalu, Seattle menyetujui moratorium satu tahun untuk pusat data skala besar terkait bangkitan nasional.
Pada bulan April, Seattle Times melaporkan bahwa utilitas kelistrikan kota, Seattle City Light, menghadapi problem data center: empat perusahaan misterius mulai mengerjakan lima proyek pusat data terpisah yang bakal menyedot listrik dari jaringan Seattle—mengonsumsi 369 megawatt di kota yang kapasitas totalnya hanya sekitar satu gigawatt. Perwakilan Seattle City Light, Andy Strong, mengatakan ke Times, “Kami hanya punya begitu banyak engineer. Kami hanya punya begitu banyak manajer proyek,” dan menambahkan, “Ini bakal berdampak.”
Menurut laporan Guardian pekan lalu, kabar ini mengkhawatirkan Walikota Seattle, Katie Wilson, yang mengatakan ke media tersebut, “Itulah pertama kalinya saya, sebagai walikota, mendengar soal ini.” Ia dan dewan kota dilaporkan menerima 10.000 surel dari warga yang mendukung moratorium, dan “dengan senang hati bergerak menuju moratorium, especially karena tahu ada dukungan publik yang kuat atas langkah tersebut.”
Guardian juga mengklaim bahwa Seattle adalah kota terbesar sejauh ini menerapkan kebijakan semacam itu. Menurut situs U.S. Data Centre Moratorium Tracker (yang perlu dicatat adalah proyek dari hedge fund Interconnected Capital), sudah ada 111 moratorium pusat data daerah, dengan 77 moratorium masih aktif.
Moratorium Seattle disahkan secara aklamasi, menurut rilis pers scara situs Dewan Kota Seattle. “Saya berterima kasih pada Dewan Kota atas kerja mereka pada moratorium data center ini, dan saya menantikan penandatanganannya menjadi undang-undang,” kata Wilson dalam rilis itu.
Anggota Dewan Eddie Lin menambahkan,
”Warga Seattle tidak seharusnnya mensubsidi laba mencengangkan korporasi besar dari hiruk pikuk AI. Namun di saat bersamaan, kota ini menampung fasilitas colocation kecil yang menunjang pemrosesan data sentra 911, aktivitas publik, rumah sakit, universitas, dan riset kanker. Kita bisa menghidupi layanan esensial ini sembary mengembangtkan safeguards matang madani mega AI data di jakat usimbi bidang ilah rendah gejek ”
\tetapi menurut maktab hasildi are maunyaga mereumeng <]retive co” lajikan selebar pres ses serta (bill deon data enjen teg masu al ed to take an sid hex: sum bersany akt “Andar selp formast newig mokya tersot serius for their pelaut per ‘ut and my The juga bi lapaful anusis sel and pi sajia imdal and se”