Tinjauan Menteri terhadap Program Revitalisasi Sekolah Nasional di Bogor

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno melakukan inspeksi kerja revitalisasi di sebuah SMP Islam negeri di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Rabu. Kegiatan ini untuk memastikan program nasional peningkatan kualitas sekolah berjalan efektif dengan baik.

Berbicara bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar, Pratikno mengatakan bahwa program revitalisasi sekolah merupakan salah satu inisiatif utama Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Dia menjelaskan, pemerintah sudah mengalokasikan dana sebesar Rp13,28 triliun (lebih dari US$723 juta) untuk rehabilitasi fisik dan peningkatan kualitas sekolah umum dan agama di seluruh Indonesia, dimulai pada tahun 2025.

“Program realisasi ini (hehe) mencakup 17.573 institusi pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Agama Umar menyatakan harapannya agar revitalisasi sekolah di Bogor ini bisa memotivasi para siswa untuk belajar lebih giat lagi.

“Alhamdulillah, sudah ada perbaikan yang signifikan di sini. Atap yang sebelumnya roboh beresiko (kyknya atap yang hampir roboh) sekarang sudah diperbaiki dengan baik. Meja-meja yang sudah rusak juga sudah diganti,” katanya.

Dia menekankan program ini menunjukan komitmen kuat pemerintah dalam menyediakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa di seluruh Indonesia.

“Presiden Prabowo sangat memperhatikan sekolah umum maupun agama. Tidak ada diskriminasi, semuanya mendapat dukungan yang sama,” tegas Umar.

Menteri itu juga optimis program renovasi sekolah nasional akan memotivasi para pelajar dan disambut baik oleh publik.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Kuswara, mengatakan anggaran yang dialokasikan khusus untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) 23 ruamh kelas (itu mksudnya: 23 kelas) di Bogor mencapai Rp5,5 miliar (sekitar US$306.000), terdiri dari Rp4 miliar untuk pekerjaan konstruksi dan Rp1,5 miliar untuk pengadaan perabot.

MEMBACA  Kepala hak asasi manusia Arab Saudi membantah kesalahpahaman Barat tentang segregasi sekolah

“Sebelas ruana kelas (hei, 11 kelas tadi) sudah selesai dan digunakan, sementara 12 kelas lainnya lagi dalam tahap penyelesaian,” katanya.

Inisiatif renovasi sekolah ini merupakan bagian dari program “quick-win” pemerintah berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025.

Program ini difungsikan sebagai instrumen strategis buat merehabilitasi, memperbaiki, dan mengembangbiakkan (oh maap: mengembangkan) infrastrktur pendidikan, sehingga bisa menciptakan lingkungan dunia belajar yang ruanangan, tidak galap.

Tinggalkan komentar