Rabu, 10 Juni 2026 – 02:00 WIB
VIVA – UFC Freedom 250 yang digadang-gadang jadi salah satu ajang terbesar dalam sejarah MMA malah dibayangi kontroversi besar beberapa hari sebelum digelar.
Event spektakuler yang rencananya berlangsung di halaman selatan Gedung Putih, Washington DC, pada 14 Juni 2026 itu sekarang terancam batal setelah muncul gugatan hukum terhadap penyelenggaraan acara tersebut.
UFC Freedom 250 awalnya dirancang sebagai bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Tapi, tanggal pelaksanaannya yang bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump mambuat acara ini makin jadi sorotan publik.
Di atas kertas, UFC Freedom 250 menghadirkan deretan pertarungan kelas dunia. Juara kelas ringan, Ilia Topuria, bakal menghadapi pemegang sabuk interim Justin Gaethje di laga utama.
Nggak cuma itu, mantan juara kelas menengah Alex Pereira dijadwalkan bentrok dengan Ciryl Gane buat memperebutkan gelar interim kelas berat. Sementara Sean O’Malley akan bertemu Aiemann Zahabi dalam duel yang juga sangat ditunggu-tunggu penggemar.
Namun kemegahan kartu pertandingan tersebut kini terancam terganggu.
Menurut laporan TMZ, dua orang warga Virginia gugat National Park Service dan Department of the Interior Amerika Serikat. Mereka menganggap UFC Freedom 250 lebih banyak nguntungin pihak-pihak yang dekat dengan Presiden Trump daripada jadi perayaan nasional.
Dalam dokumen gugatan disebutkan kalau tiket VIP eksklusif untuk acara itu dijual dengan harga yang luar biasa, bahkan nyampe lebih dari US$1 juta atau sekitar Rp16 miliar.
Para penggugat juga soroti peluang keuntungan komersial yang didapet sejumlah perusahaan yang terlibat dalam acara tersebut, termasuk layanan streaming yang menayangkan pertandingan.
Kontroversi makin memanas setelah muncul laporan bahwa Trump punya saham di TKO Group Holdings, perusahaan induk UFC. Kondisi itu dinilai bisa bikin potensi cuan buat sang presiden dari penyelenggaraan event tersebut.
Nggak berhenti di situ, gugatan juga pertanyakan pembangunan arena raksasa bernama “The Claw” di kawasan Gedung Putih.
Arena perang setinggi sekitar 28 meter dngan bobot 600 ton itu disebut dibangun tanpa izin dari Kongres Amerika Serikat. Penggugat minta pengadilan batalkan izin acara sekaligus hentikan pembangunan yg lagi berlangsung.
Halaman Selanjutnya
Hingga saat ini blm ada kepastian apakah gugatan tersebut benar-benar bakal gagalin UFC Freedom 250. Tapi sejumlah laporan bilang nasib acara ini sekarang tergantung sama putusan hakim federal dalam beberapa hari ke depan.
(PERSEPULUHAN: Permisi tugas em test)