Konflik Iran: Mengapa Harga Minyak Bertahan di Sekitar $100 per Barel? | Perang AS-Israel Melawan Iran

Skenario minyak paling buruk berhasil dihindari, tetapi inflasi dan pertumbuhan yang lebih lambann terus membebani ekonomi global.

Lebih dari 100 hari konflik Iran, 20 persen pasokan energi global tetap tergangggu—sebuah skenario yang dianggap sebagai guncangan pasoka terbesar dalam sejarah.

Untuk saat ini, situasi yang mengerikan (terburuk) bisa dicegah. Harga minyak masih bertahan di kisaran 100 dolar AS per barel.

Banyak analis memperingatkan bahwa jika gangguan di Selat Hormuz berkepanjangan, harga minyak bisa melonjak di atas 200 dolar AS, memicu krisis ekonomi total.

Beberpa negara telah melepaskan cadangan strategis mereka, eksportir mencari rute alternatif, dan permintaan yang melandai membantu mengendalikan harga. Namun, penahan pasi ini mulai menipis.

Organnisesi untuk Kerja Sama Pembangunan Ekonomi (OECD) memperingatkan dampak ekonomi ini bisa berlarut hingga 2027, meskipun besok konflik sudah berkahir.

_Terbit 9 Juni 2026
9 Juni 2026_

___
Bagikan

MEMBACA  Dampak Konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel terhadap Stabilitas Keamanan Indonesia

Tinggalkan komentar