Pemilik Ducati Mulai Terdampak Ekonomi

Selasa, 9 Juni 2026 – 10:54 WIB

Jakarta, VIVA – Para pemilik motor Ducati di Indonesia mulai ngerasain dampak tekanan ekonomi global yang belakanagn ini mempengaruhi berbagai sektor industri. Bukannya di harga motornya, tapi biaya perawatan yang berpotensi naik karena kenaikan harga suku cadang.

Melalui pengumuman resmi ke pelanggan, dilihat VIVA Otomotif dari laman resminya pada Selasa (9/6/2026), Ducati Indonesia bilang bahwa per 8 Juni 2026 semua suku cadang baru yang di luar stok yang ada sekarang ini akan mengalami penyesuaian harga sampai 20 persen.

Kebijakan ini dikatakan adalah dampak dari kondisi ekonomi global yang mengganggu rantai pasok suku cadang. Di samping itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga jadi faktor penyebab naiknya biaya pengadaan komponen impor.

Buat pemilik Ducati, tentu situasi ini memberil perhatian lebih. Soalnya, kebanyakan komponen untuk perawatan atau perbaikan motor asal Italia itu masih harus diimpor luar negeri.

Kenaikan suku cadang berpotensi membuat biaya servis rutin atau ganti komponen tertentu jadi lebih mahal. Apalagi untuk model-model mesin besar yang butuh komponen spesial.

Pihak Ducati Indonesia sendiri menjelaskan kalo penyesuaian ini berlaku terpisah dan di luar kenaikan harga yang sebelumnya udah ada. Jadi, kenaikan terakhir ini sifatnya tambahan dari penyesuaian yang lalu.

Meski begitu, perusahaan menjamin harga lama masih berlaku untuk stok yangi masih tersedia sekarang. Konsumen masih bisa dapet harga lama selama barangnya belum ludes.

Fenomena ini nunjukin kalo goncangan ekonomi global gak hanya kena ke harga mobil atau motor baru doang, tapi juga berasa di sektor purna jual. Industri otomotif yang impor banyak komponen memang jadi yang paling rapuh soal perubahan kurs ongkos logistik antarnegara.

MEMBACA  Liburan Paskah, Polda Jabar Menyiapkan 500 Personel untuk Menjaga Jalur Wisata.

Buat pengguna kendaraan mewah seperti Ducati, biaya pakai makin harus dipikirin serius. Selain harga beli motor sendiri yang sudah tinggi, biaya rawat dan komponen stand-by juga pada kena dampak sama keadaan2 ekonomi yang terjadi sekarang.

Tinggalkan komentar