Siri AI Unggulan Apple yang Lebih Canggih Dijanjikan Bisa Lebih Banyak. Namun, Akankah Saya Menginginkannya?

Dengan pembaruan Siri yang sudah lama di janjikan Apple, Siri AI sekarang akan berfungsi di lebih banyak aplikasi dan perangkat. Saya pribadi tidak terlalu antusias.

Dalam konferensi pengembang WWDC 2026 hari Senin, Apple menjadikan Siri baru sebagai pusat perhatian. Anda bisa memanggil Siri untuk mencari tahu soal tiket konser dan mengatur pengingat untuk membelinya. Anda bisa bertanya pada Siri tentang sebuah landmark yang muncul di layar hasil kiriman teman, dan melihat apakah teman itu tinggal di dekat Anda tanpa perlu menggulir pesan berminggu-minggu. Siri AI bahkan bisa masuk dan mengubah kata sandi Anda untuk akun yang memenuhi syarat—yang menurut saya terasa seperti memberikan terlalu banyak kendali.

Baca selengkapnya: Apple AI Mendapat Perombakan Besar di WWDC 2026. Ini Dia Ulasannya

Siri sudah bisa mengakses beberapa aplikasi menggunakan suara Anda, tapi sebelumnya tidak pernah bisa menangani tugas multi-langkah tanpa bantuan Anda. Nantinya, Siri akan bisa menggali pesan, foto, peramban, dan aplikasi lainnya untuk menyelesaikan berbagai tugas. Asisten ini akan memahami apa yang ada di layar Anda dan mengambil tindakan berdasarkan informasi tersebut. Seperti yang Apple demonstrasikan saat keynote, Anda bisa menggunakan Siri untuk merencanakan pesta Piala Dunia, menampilkan hidangan penutup yang disebutkan seseorang di Pesan, dan membuat menu, semuanya sebelum mengirim undangan ke teman-teman Anda beserta detail lengkapnya. Siri AI akan bekerja di seluruh perangkat dan sistem operasi Apple seperti iPhone, MacBook, iPad, dan Apple Watch.

Mungkin kedengarannya praktis, tapi apa Anda benar-benar ingin Siri punya akses ke semua aplikasi dan perangkat Anda?

Sebagai pengguna setia Apple, saya rasa saya tidak menginginkan integrasi AI tambahan. Mempercayakan Apple Intelligence menangani tugas dari awal hingga akhir tanpa campur tangan sama sekali terasa seperti sebuah pertaruhan. Ini memunculkan pertanyaan tentang siapa yang bertanggung jawab jika ada informasi yang salah atau kesalahan. Lalu bagaimana jika peretas berhasil mengakses sebuah aplikasi, meskipun Apple menjamin privasi?

MEMBACA  Berkenalan dengan Nenek yang Tinggal di "Kapsul Nenek" 400 Kaki untuk Berhemat dan Bantu Mengasuh Cucu

Saya menggunakan Siri untuk tugas-tugas sederhana, seperti meminta petunjuk arah, mengirim perkiraan waktu tiba ke teman, menyalakan alarm pagi, atau memutar lagu dari Spotify. Itu saja, sebagian besar. Saya tidak keberatan asisten ini menangani tugas tertentu seperti menjadwalkan undangan kalender, menulis catatan, dan membuat undangan pesta yang dikirim ke teman-teman. Tugas itu cepat dan saya merasa nyaman mengetahui semuanya selesai persis seperti yang saya mau. Selain itu, menyelesaikan beberapa tugas ini ikut membangun hubungan dengan aktivitas dan orang yang saya sayangi.

Memberi Siri AI kekuatan untuk mengerjakan tugas-tugas saya mungkin berarti lebih sedikit waktu menatap layar dan lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga. Tapi tidak ada jaminan bahwa tugas selesai sepenuhnya dan sesuai keinginan saya. Ini juga membuat saya kehilangan detail kecil yang berarti—seperti tanpa sengaja menemukan foto wisuda anak saya saat menggulir kumpulan pesan Panjang dari suami untuk mencari tahu camilan apa yang kami sepakati untuk malam nonton film.

Setiap chatbots AI selalu memperingatkan tentang kemungkinan kesalahan. Model-model ini dikenal suka membuat hal, mencampuradukkan sesuatu, atau gagal mengikuti perintah. Mengerjakan tugas sendiri, dari pada percaya buta pada Siri AI, memberi saya ketentraman batin karena tahu semuanya terselesaikan dengan memuaskan. Dan meskipun ada jaminan privasi dan keamanan dari Apple, saya kurang nyaman memberi Siri izin menyisir pesan pribadi tentang di mana harus menjemput anak laki-laki saya.

Tonton ini: Semua yang Diungkap Apple di WWDC 2026

Kami Cinta Apple, Bukan AI

Banyak orang dewasa di AS masih ragu memakai AI untuk tugas tertentu. Hasil jajak pendapat NBC bulan Maret lalu menemukan bahwa AI adalah salah satu hal yang paling tidak disukai di Amerika. Sebuah survei CNET tahun lalu juga mendapati bahwa hanya 12% pengguna Apple di AS yang tertarik upgrade ponsel mengaku termotivasi oleh integrasi AI yang lebih baik.

MEMBACA  Fetis Senterku: Olight Andalan Terbaru Diskon 20% untuk Cyber Monday

Tapi, raksasa teknologi masih memaksakan fitur AI ke kita melalui fitur bawaan yang sengaja dibuat sulit atau bahkan tidak mungkin dinyatakan. Seringkali, pembaruan perangkat keras dan lunak begitu terkait erat sehingga sulit menghindari terpaksa memanfaatkan kemampuan bertenaag AI ini. Siri yang didongkrak oleh AI tentu menjadi fokus utama perhelaan WWDC tahun ini, sementara pembaruan software non-AI lainnya menjadi ke nomor dua (atau hanya menjadi pertimbangan kedua ).

Saya rasa saya tidak penasaran untuk mencoba Siri AI, dan kemungkinan besar akan memilih opt out dari beberapa setelan untuk menjaga data saya sebisa mungkin. Saya tidak merasa nyaman memberi Siri akses penuh ke kalender, lokasi, surel. dan kontak s Miz saya untuk menangani tugas tanpa ?

Tinggalkan komentar