Saham Bloom Energy Corporation (BE) lagi naik besar-besaran dan dapet dorongan tambahan dari manajemen. Setelah harga sahamnya melonjak gara-gara investor antusias sama data center dan infrastruktur listrik AI, CEO K. R. Sridhar ngasih pernyataan yang menggembirakan: Bloom Energy gak perlu nerbitin saham lagi buat biayain ekspansinya. Di pasar yang banyak perusahaan berkembang pesat suka ngencerin saham demi kejar permintaan, pernyataan itu bikin investor makin yakin kalau Bloom bisa jadi salah satu yang paling diuntungin dari boom listrik AI.
Bloom Energy udah jadi salah satu saham infrastruktur AI paling panas di pasar, karena perusahaan hyperscaler lagi cari sumber listrik yang bisa diandalkan dan dipasang lebih cepet dari upgrade jaringan listrik biasa. Sistem fuel-cell dari perusahaan ini makin dilihat sebagai solusi potensial buat ngatasi masalah listrik di data center AI, yang bikin nilai Bloom naik drastis selama setahun terakhir.
Gabungan dari permintaan AI yang gede, fleksibilitas keuangan yang makin baik, dan CEO yang percaya diri soal neraca keuangan, bikin Bloom Energy berubah dari saham energi bersih yang spekulatif jadi salah satu saham infrastruktur listrik AI yang paling dipantau di pasar.
Tentang Saham Bloom Energy
Bloom Energy itu perusahaan energi bersih dan infrastruktur listrik yang kantornya di San Jose, California. Mereka bikin sistem fuel-cell yang kasih listrik di tempat untuk bisnis, perusahaan listrik, dan data center AI yang makin butuh daya. Server Bloom Energy pake gas alam, biogas, atau hidrogen. Ini bikin Bloom bisa diuntungin dari naiknya permintaan listrik gara-gara infrastruktur AI. Setelah lonjakan besar akibat antusiasme AI dan kekurangan listrik di data center, nilai pasar Bloom udah naik sampai $81,7 miliar.
Saham Bloom Energy udah kasih reli luar biasa di pasar selama setahun terakhir. Investor ngeliat perusahaan ini sebagai yang paling diuntungin dari boom infrastruktur AI. Harga sahamnya udah naik 1.274,4% dalam 52 minggu terakhir, dan naik 220,31% dari awal tahun, ngalahin pasar dan saham energi bersih lain. Reli ini didorong harapan teknologi fuel-cell Bloom bisa bantu selesaikan kekurangan listrik di data center AI.
Antusiasme investor makin tinggi pada 2 Juni, pas saham Bloom melonjak 10,73% dalam sehari. Itu setelah manajemen ngasih sinyal kalau mereka gak akan nerbitin saham baru buat danain pertumbuhan.
Sridhar, CEO Bloom, perkiraan biaya bikin pabrik baru bisa ke balik dalam enam bulan lewat penjualan, jadi perusahaan bisa biayain ekspansinya sendiri. Antusiasme makin naik setelah ada perjanjian besar buat ngirim listrik fuel-cell sampai 2,8 gigawatt ke data center Oracle.
Harga saham saat ini turun 13,6% dari rekor tertinggi 52 minggu yang mencapai $322,83 pada 22 Mei. Ini perubahan besar buat perusahaan yang harga sahamnya cuma sekitar $20 setahun lalu.
Sahamnya diperdagangkan dengan valuasi mahal dibanding pesaingnya, yaitu 209,47 kali laba per saham.
Hasil Q1 yang Spektakuler
Bloom Energy ngeluarin hasil keuangan Q1 2026 yang mantap pada 28 April. Perusahaan ini cepet jadi salah satu yang paling diuntungin di Wall Street dari boom infrastruktur AI. Pendapatan naik 130,4% dari tahun sebelumnya ke rekor $751,1 juta. Pendapatan produk aja terbang 208,4% ke $653,3 juta berkat pesanan data center dan infrastruktur digital.–
Profitabilitas juga naik signifikan. Laba per saham non-GAAP naik ke $0,44 dari cuma $0,03 beberapa bulan sebelumnya yang nggak sesuai harapan analis. EBITDA yang dulu $25,2 juta sekarang mulai kerja ditingkatkan lagi bagi ke paket hitungan operasional lain.