Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman minta universitas-universitas ambil peran aktif dalam memperkuat hilirisasi pertanian dan swasembada pangan nasional lewat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kita sudah buktikan swasembada pangan. Tantangannya sekarang adalah menjaga keberlanjutan dan bergerak ke arah hilirisasi,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima Sabtu.
Hal ini disamapaikan menteri saat kuliah umum di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, bertajuk “Dari Kampus untuk Bangsa: Penguatan Nilai Kebangsaan, Inovasi Pertanian, dan Swasembada Pangan Nasional” pada Sabtu.
Menurut Sulaiman, kekayaan alam Indonesia yang melimpah harus diimbangi dengan SDM unggul supaya negara ini bisa jadi negara adidaya berbasis pangan dan agroindustri.
Dia nambahin, capaian swasembada pangan Indonesia udah diakui dunia internasional.
Data FAO, USDA, dan BPS nunjukin kenaikan produksi pangan Indonesia yang signifikan.
Indonesia udah swasembada plus surplus di beberapa komoditas kayak beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, ayam, telur, dan bawang merah.
Dia juga bilang, cadangan beras pemerintah udah capai 5,3 juta ton per awal Juni 2016, salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Berkat keberhasilan ini, Indonesia nggak lagi jadi pasar utama negara pengekspor beras. Setelah sukses menaikkan produksi, pemerintah sekarang fokus ke pengolahan hilir biar nilai tambah komoditas pertanian dinikmatin di dalam negeri.
Dia nimbrungin potensi besar Sulawesi Tenggara, yang punya keunggulan kompetitif di komoditas perkebunan dan bisa jadi pusat pengembangan industri pengolahan.
Oleh karena itu, dia ngajak UHO buat perkuat kolaborasi riset dan inovasi sama kementeriannya.
Dia percaya bahwa institusi pendidikan tinggi punya posisi strategis buat ngasilin teknologi dan SDM yang diperlukan demi mendukung transforamasi pertanian Indonesia.
Contohnya, ITS di Jawa Timur udah sukses ngembangin bahan bakar biogasolin alternatif yang namanya Benwit.
Menteri Sulaiman negarin kalau kekuatan Indonesia ada di tiga sektor utama: pangan, air, dan energi. Dengan sumber daya alam yang berlimpah dan pemuda yang inovatif, dia optimis Indonesia bisa jadi kekuatan ekonomi global.