Jakarta (ANTARA) – Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia mendorong gerakan tobat ekologi nasional untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, yang kini sudah melebihi 51 juta ton per tahun.
Dalam pernyataan pers yang diterima di sini pada Sabtu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menekankan pentingnya mengubah paradigma pengelolaan sampah, dari hulu ke hilir, untuk mengurangi produksi jutaan ton sampah.
“Tobat ekologi adalah panggilan untuk merefleksikan dan menggeser cara kita berinteraksi dengan alam,” kata Hidayat. ik
Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi darurat sampah dengan 74 persen dari total volume sampah tahunan masih tidak terkelola, sebagian besar berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dengan metode pembukaan terbuka atau ditimbun dan ditinggalkan tanpa proses berkelanjutan.