Sabtu, 6 Juni 2026 – 10:13 WIB
Jakarta, VIVA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat dukunganya untuk program perumahan nasional lewat penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga 25 Mei 2026, BRI tercatat sebagai bank penyalur KPP terbesar secara nasional dengan realisasi mencapai Rp9,21 triliun, atau setara 54,6% dari total realisasi nasional.
Capaian ini disampaikan dalam pertemuan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait dengan Direktur Utama BRI Hery Gunardi di Kantor Pusat BRI, Jakarta pada Senin (25/05). Pertemuan ini membahas penguatan sinergi pembiayaan perumahan rakyat, termasuk dukungan terhadap KUR Perumahan dan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Secara nasional, realisasi KPP hingga 25 Mei 2026 mencapai Rp16,86 triliun. Dari jumlah tersebut, pembiayaan sisi pasokan (supply) tercatat sebesar Rp4,87 triliun untuk 1.875 debitur, sedangkan sisi permintaan (demand) mencapai Rp11,99 triliun untuk 78.001 debitur. Realisasi KPP BRI sendiri sebesar Rp9,21 triliun, terdiri dari pembiayaan sisi supply Rp1,10 triliun untuk 752 debitur dan sisi demand Rp8,10 triliun untuk 65.576 debitur.
Menteri PKP RI Maruarar Sirait mengatakan bahwa realisasi penyaluran KPP BRI yang jadi terbesar secara nasional menunjukkan betapa besarnya peran BRI dalam mendukung program pembiayaan perumahan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lewat sektor perumahan.
“BRI sudah menambah kuota yang tadinya Rp8 triliun tahun ini menjadi Rp12 triliun. Kenapa? Karena Rp8 triliun sudah habis terserap semua. Sekarang sudah Rp9,2 triliun. Bahkan sejak April atau awal Mei 2026, BRI sudah melampaui plafon awal Rp8 triliun. Makasih ya, kinerjanya BRI luar biasa,” ujar Maruarar.
Sejalan dengan tingginya kebutuhan pembiayaan, BRI juga terus memperluas sosialisasi program KPP di berbagai daerah sepanjang 2026. Sosialisasi ini antara lain dilakukan di Sorong, Papua Barat Daya dengan realisasi 610 debitur sebesar Rp258,9 miliar; Tangerang, Banten dengan 255 debitur sebesar Rp202,4 miliar; Majalengka, Jawa Barat dengan 499 debitur sebesar Rp151,98 miliar; serta Pontianak, Kalimantan Barat dengan 130 debitur sebesar Rp59,23 miliar.
Selain penyaluran KPP, BRI juga memperkuat dukungan pada program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi. Sepanjang 2025, BRI berhasil merealisasikan 32.206 unit atau 97,5% dari target 33.000 unit. Sementara di 2026, target FLPP BRI meningkat jadi 60.000 unit, tumbuh 81,8% dibanding target tahun sebelumnya. Hingga 25 Mei 2026, realisasi akad FLPP BRI telah mencapai 12.500 unit.
Halaman Selanjutnya
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan