Ini kalimat yang sudah diubah dan diterjemahkan: Astronot NASA di ISS Sempat Berlindung Saat Perbaikan Kebocoran Udara yang Belum Tuntas

Astronot NASA berlindung sebentar di dalam kapsul Crew Dragon milik SpaceX pada hari Jum’at saat Rusia berusaha memperbaiki terowongan transfer yang bocor di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Pekerjaan tersebut kemudian dihentikan untuk analisis lebih lanjut, dan kru kembali menjalankan tugas normal mereka di stasiun luar angkasa yang mengorbit sekitar 250 mil di atas Bumi.

Retakan di terowongan transfer modul layanan Zvezda, yang dikenal sebagai PrK, adalah tanda terbaru dari infrastruktur yang menua di pos terdepan berusia 26 tahun ini. Fasilitas itu sebelumnya sudah menghadapi kebocoran pendingin terpisah pada wahana Soyuz yang merapat. Insiden-insiden ini memaksa NASA dan badan antariksa Rusia, Roscosmos, untuk berkoordinasi demi melindungi kru dan menjaga stasiun tetap beroperasi.

Terowongan PrK di modul Zvyozda milik Rusia “sudah mengalami retakan dan kebocoran sejak beberapa waktu lalu, dan telah diminimalisir semaksimal mungkin oleh Roscosmos,” ujar juru bicara NASA, Bethany Stevens, dalam pernyataan di platform X. Ia menambahkan bahwa retakan itu “selalu menjadi perhatian yang diawasi NASA dengan sangat ketat.”

Kebocoran baru mendorong Roscosmos untuk memulai perbaikan struktural yang lebih ekstensif pada 5 Juni. Akibatnya, NASA menginstruksikan empat astronaut Crew‑12—Jessica Meir, Jack Hathaway, Andrey Fedyaev dari Rusia, dan Sophie Adenot dari Eropa—serta Chris Williams dari NASA, yang terbang ke stasiun secara terpisah pada November 2025, untuk berlindung di dalam kapsul Dragon demi langkah keselamatan.

Dalam perkembangan sekitar satu jam kemudian, Stevens menginformasikan bahea Roscosmos menghentikan sementara pekerjaan perbaikan untuk melakukan pengukuran dan mengevaluasi data. Dengan terhentinya pekerjaan langsung, NASA memberi tahu kru bahwa mereka dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Kami terus bekerja sama dengan mitra Rusia kami dan seluruh komunitas internasional yang mendukung stasiun luar angkasa guna menemukan solusi yangsa lebih permanen, kata Stevens,;NASA juga berkomitmen untuk berkolaborasi dengan Roscosmos dalam menangani masalah kebocoran ini.

MEMBACA  Pemimpin Bodoh dan Dunia yang Penuh Kepalsuan

Dalam insiden terpisah menggunakan perangkat keras yang berbeda sekitar 3,5 tahun lalu, NASA dan Roscosmos harus menangani kebocoran pendingin pada wahana Soyuz MS‑22 yang merapat ke stasiun. Menurut penyelidikan, penyebabnya kemungkinan ada hantaman mikrometeoroid pada saluran radiator eksternal. Rusia pun meluncurkan Soyuz penggantit bagi kru yang terjebak di stasiun. National Aeronautics and Space Administration berencana mengoperasikan stasiun luar angkasa hingga 2030 sebelum mengorbitkanya ke Samudra Pasifik,

sementara itu…Roscosmos tetep berkomitmen pada kemitraan hingga setidaknya 2028. Kedua badan antariksa itu pun sedang bersiap untuk beralih ke destinasi-destinasi baru.

Tinggalkan komentar