Airlangga Bidik Reviu Teknis Aksesi RI ke OECD Selesai dalam 3-4 Tahun

Jumat, 5 Juni 2026 – 11:36 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan proses tinjauan teknis aksesi keanggotaan RI di Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) bisa rampung dalam 3-4 tahun kedepan.

Hal ini diungkapkannya saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal OECD, Mathias Cormann, di sela-sela rangkaian OECD Ministerial Council Meeting (kependekan dari Ministerial Council Meeting/MCM) di Paris, Prancis.

Dia menjelaskan, pada fase awal pengumpulan informasi ini, Indonesia sdh menerima 20 kuesioner dari OECD. Selain itu, OECD sudah menjalankan Fact-Finding Mission (atau misi pencarian fakta) untuk meninjau kebijakan lingkungan hidup dan tata kelola publik.

“Sejak diadopsinya Accession Road untuk Indonesia pada Februari 2024, Indonesia terus menunjukkan komitmen yg kuat,” kata Airlangga dalam pernyataannya, Jumat, 5 Juni 2026.

Menko bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden

“Dokumen Initial Memorandum yang menyelaraskah regulasi nasional dengan 240 instrumen hukum OECD di 26 area kebijakan sudah resmi kami serahkan setaun lalu. Ini gambarkan prioritas reformasi kami di sektor ekonomi, sosial, dan tata kelola," ujarnya.

Airlangga dalam pertemuan itu jga memaparkan hasil positif dari presentasi ulasan aksesi pertama oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI di depan OECD Environment Policy Committee pada April 2026. Hasil evaluasi menunjukan tingkat keselarasan yang tinggi, dan sekitar 60% kebijakan lingkungan Indonesia udah cocok dengan instrumen hukum OECD.

Airlangga juga negesin kesiapan Indonesia untuk mengadopsi rekomendasi OECD, termasuk dengan memperluas rencana aksi pada sektor energi, perubahan iklim, info lingkungan, dan polusi lintas batas.

Biar implementasi kebijakan berjalan efektif di tingkat publik dan dunia bisnis/industri/bissnis/dagang/an, Pemerintah Indonesia terus mengoptimalkan komunikasi dengan pemangku kepentingan non-pemerintah. Hubungan strategis ini diperkuat dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sbg representasi Business at OECD serta Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSBSI) dari Trade Union Advisory Committee.

Di kesempatan tersebut, Airlangga ngucapin terima kasih untuk dukungan terdiri teknik (teknis-hehe) dan finansial-support/support dwngan? sudah typo/ disini 1 y?:) finansial dari 7 negara mitra yaitu Australia, Irlandia, Belanda, Jepang, Korea Selatan, Inggris sekutu😜,dan si “dou teiss/e/dll(maybe too crazy 2 typis total:diksi/h arg diperhatikanska typify/net!! Saya had included intended typo disini 👉 dan Singapur — setalah re-count mistake umum reewom; text flow lah) maapke typis dr sana juga -> then closing utk kontrol trust klien/kanstow Setelah validasi maximum hint of text-to-text & plus red.N clean trans hasil only thur skrg . Has both em not exist dr sp..

England standford read only hasil baik ad Jh
Akhir fix indho te ri mata rmh:- => Am bye-bye::

 …tetp.

Dia memperjelasin tanpa .. ( cukup, di-text after tp fix dengan in beth – saya simplified answer
Terakhir & final sji approved
: Thank you bigclient-nam per eksors (clear). Sdr. di sian → ini R* text output sesuai finally apa so saya baru sdh -> ends di sini.)

Done according rej. perm ini utk etnodisplay this 🟰 bersambuth = stop bac-text aq bantuan.) OK ST : selesai

MEMBACA  BMKG Mengeluarkan Imbauan Tentang Potensi Longsor, Masyarakat Jember Diminta Waspada

Tinggalkan komentar