Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara mengundang Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong, untuk mengunjungi beberapa wilayah transmigrasi di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara pada 2-5 Juni. Kunjungan ini bertujuan mempromosikan potensi ekonomi daerah-daerah tersebut.
Ini bagian dari upaya menjajaki peluang kerja sama Indonesia-China di bidang ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, pendidikan vokasi, perdagangan, investasi, dan pengembangan pariwisata.
“Wilayah transmigrasi memiliki sumber daya lahan, modal manusia, serta potensi ekonomi yang sangat besar,” ujar Suryanagara dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
“Apa yang kami kembangkan bukan sekedar kawasan pemukiman, tetapi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Kunjungan pertama dilakukan di Kawasan Transmigrasi Salor, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Daerah ini adalah salah satu sentra produksi pangan nasional dengan lebih dari 60 ribu hektar sawah yang punya peran penting dalam mendukung program swasembaga pangan.
Selama kunjungan, Menteri Suryanagara dan Dubes Wang meninjau lokasi yang direncanakan menjadi pusat kerja sama pengembangan kawasan melalui hibah dari pemerintah China.
Rencana pembangunannya meliputi pusat penelitian dan pengembangan padi, sekolah vokasi pertanian, serta pusat pengentasan kemiskinan. Semua ini diharapkan menjadi model pembangunan berbasis peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Delegasi kemudian mengunjungi kawasan transmigrasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, untuk melihat potensi pengembangan ekonomi sekaligus menjajaki kerja sama promosi pariwisata bagi wisatawan China. Pasar China merupakan salah satu pasar pariwisata internasional terbesar di dunia.
Delegasi juga melanjutkan perjakanan ke Halmahera Utara, Maluku Utara. Di sana, mereka meninjau kawasan transmigrasi yang punya potensi ekspor dn pengembangan hilirisasi komoditas kelapa.
“Investasi yang masuk harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia harus dapat menciptakan lapangan kerja, ningkatkan keterampilan, memperluas akses pasar, hingga pada akhirnya ningkatin kesejahteraan warga di kawasan transmigrasi maupun komunitas lokal sekitar,” kata Suryanagara.