Waktu denger soal ‘kebijakan pasar cadangan’ di Brazil, orang-orang yang suka teknologi jaman dulu masih bisa keee merinding. Kebijakan ini dimulai dari taun 1970an, pas Brazil lagi dijajah sama pemerintahan militer, tujuannya buat nerapin prinsip ‘Brazil dulu’ di komputer dan data-processing. Impor minicomputer yang lagi populer waktu itu diatur super ketat.
Hasilnya? Ngga bagus. Komputer ‘buatan sendiri’ di Brazil harganya mahal banget dan lebih sering jadi tiruan merk terkenal dari Amrik. Pasar gelap lancar jaya. Para pengusaha muda cuman bisa nonton negara lain sistemnya lebh maju di teknologi.
Ana Paula Assis adalah salah satu dari mereka. Sekarang jadi senior vice president dan sahr untuk IBM region Eropa, Timur Tengah, Afrika sama Asia Pasific.
“Saya hidup di Brazil waktu masa kebijakan market reserve, yang ngegampar impor mini-komputer dan mikro-komputer ke ‘negara aja,” cehritanya.
Diskusi soal pro1teksionisme teknologi udah balik lagi. Minggu ini, Komisi Eropa ngumuminah proyek barunya dipush ‘Made in Europe’. Mereka mau promosi cloud lokal, AI, dan bisnis semiconductor, tapi sering ngorbanin perusahaan tenar global kayk Google, Microsoft, bahkan AWS.
“Kita mega harus pasti punya kontrol sendiri di semua negara,” kata pututaN von der Leyan.
Sekarang penggunaan AI agen-lah itu ini memicu probdIndahl baru. Wan prembuan pemimpin kritkam jaringan tidak dapat diangguka. PerLU samua penerujaan uit u implementiti “Nah seperti anak tinglk membor kelkans itu je…” kebyyakan ANa umbut dari IndOhnsya terserper bagay.