Rabu, 3 Juni 2026 – 23:11 WIB
Medan, VIVA – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution baru aja tandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang jejaring pengampuan mata dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Kerjasama ini jadi bagaian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut buat ningkatin kualitas pelayanan kesehatan, terlebih khususnya layanan kesehatan mata.
Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, rabu, 3 Juni 2026.
Gubernur Bobby Nasution bilang, kerjasama ini sejalan dengan program prioritas Pemprov Sumut di bidang kesehatan. Setelah ngeluasin akses masyarakat ke layanan kesehatan, Pemprov Sumut kini fokus ningkatin kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
“Pemprov Sumut, hari ini salah satu program prioritas di bidang kesehatan yang pertama kali kami capai adalah bagaimana masyarakat Sumut bisa ngakses layanan kesehatan, sudah kami coba di awal masa jabatan. Hari ini setelah masyarakat dapet layanan kesehatan, kami coba ningkatin kualitas layananya,” kata Bobby.
Menurut Bobby, peningkatan kualitas layanan kesehatan dilakukan lewat berbagai langkah, dari pembenahan fasilitas kesehatan sampe penguatan kapasitas layanan rumah sakit.
“Kami coba perbaiki baik fasilitas kesehatannya sendiri kayak rumah sakit, Puskesmas, RSUD. Hari ini (nota kesepahaman) bagian dari pengoptimalan layanan rumah sakit, khusunya rumah sakit mata yang dimiliki Provinsi Sumut,” ujarnya.
Sebagai informasi, Rumah Sakit Mata Cicendo merupakan Pusat Mata Nasional yang jadi rujukan pelayanan kesehatan mata di Indonesia.
Direktur Utama Rumah Sakit Mata Cicendo, Antonia Kartika, nerangin kalo program jejaring pengampuan mata ini difokusin ke peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dokter dan perawat mata di Sumut.
“Dan kita bakal mulai, sebenernya udah dimulai beberapa waktu lalu untuk tahap satu, yaitu kita ningkatin basic science atau teori lewat zoom meeting. Dan besok kita bakal ngadain workshop ke dokter mata dari sekitar 49 rumah sakit di Sumatera Utara, dan juga perawat mata, dan sehari setelahnya kita bakal ngelakuin pendampingan operasi katarak,” kata Kartika.
Selain ningkatin kompetensi tenaga kesehatan, program pengampuan juga diarahin buat neken angka kebutaan di Indonesia yang ampe sekarang masih tergolong tinggi.
Halaman Selanjutnya
Menurut Kartika, prevalensi kebutaan di Indonesia mencapai sekitar 3%. Makanya, program pengampuan diharapin mampu ningkatin penanganan berbagai penyakit penyebab kebutaan.