Zee Entertainment India Teken Kesepakatan Siaran Piala Dunia 2026 dengan FIFA | Berita Piala Dunia 2026

Piala Dunia akan disiarkan oleh Zee pada tahun 2026 dan 2030, serta Piala Dunia Wanita tahun 2027, sebagai bagian dari 39 turnamen FIFA hingga tahun 2034.

Publikasi 2 Juni 2026

FIFA akhirnya mencapai kesepakatan dengan Zee Entertainment dari India untuk menyiarkan Piala Dunia di negara tersebut, mengakhiri kebuntuan berbulan-bulan terkait ketersediaan turnamen di salah satu pasar besar terakhir yang hak siarnya masih belum terjual.

Meskipun nilai finansial paket yang ditandatangani pada hari Senin ini tidak diungkapkan, FIFA sebelumnya dilaporkan meminta sekitar US$100 juta untuk Piala Dunia 2026 dan 2030 sebelum menurunkan banderolnya menjadi US$60 juta.

Kesepakatan ini memberikan Zee pijakan di pasar siaran olahraga India, di mana usaha patungan Reliance-Disney, JioStar, memegang hak siar mulai dari turnamen kriket Liga Premier India (IPL) hingga sepak bola Liga Premier Inggris.

Berdasarkan pernyataan bersama FIFA dan Zee, kesepakatan ini mencakup 39 acara FIFA selama delapan tahun hingga 2034, termasuk Piala Durnia Wanita pada 2027.

Saham Zee menguat sekitar 7 persen pada hari pengumuman tersebut.

Perjanjian ini tercapai hanya 10 hari sebelum turnamen dimulai pada 11 Juni di berbagai kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Bulan lalu, para ahli memberi tahu Al Jazeera bahwa waktu kickoff sebagian besar pertandingan menjadi kekhawatiran utama bagi penyiar India, karena banyak laga akan dimainkan pada jam yang tidak lazim bagi penonton India. Hal ini disebabkan perbedaan waktu 10 hingga 12 jam antara kota tuan rumah dan negara di Asia Selatan tersebut.

Hanya 18 dari total 104 laga Piala Dunia yang akan dimulai sebelum tengah malam bagi penggemar di India.

MEMBACA  Perang Rusia-Ukraina: Daftar Peristiwa Penting, Hari ke-1.297 | Berita Perang

Partai final akan digelar di New Jersey pada 19 Juli, mulai pukul 19:00 GMT, yang berarti pukul 12:30 dini hari pada 20 Juli di India. Sebagai perbandingan, 98,4 persen laga Piala Dunia 2018 dimulai sebelum tengah malam, dan angka tersebut mencapai 82,5 persen pada edisi berikutnya di Qatar.

Karan Taurani, wakil presiden eksekutif di perusahaan investasi Elara Capital, memandang televisi sebagai media yang sedang “berjuang” di India.

“Saat Anda menggelar acara olahraga semacam ini, sebenarnya itu didominasi oleh platform digital yang dimonetisasi dan menghasilkan uang besar,” kata Taurani kepada Al Jazeera. “Itulah alasan utama mengapa tidak ada yang tertarik pada Piala Dunia FIFA.”

Taurani menjelaskan bahwa kriket memimpin pasar ekonomi olahraga di India.

“Hanya sedikit orang yang menonton Liga Premier India yang juga akan menonton Piala Dunia FIFA,” ujarnya, sambal menambahkan bahwa hanya sebagaian kecil yang rela begadang hingga tengah malam untuk menonton pertandingan.

Viacom18 membayar sekitar US$60 juta untuk hak siar Piala Dunia 2022, yang saat itu digelar di Qatar dengan zona waktu yang jauh lebih bersahabat bagi penonton India. Mayoritas laga tahun ini akan ditayangkan larut malam di India karena perbedaan geografis, yang menurunkan animo penyiar dan mempersulit upaya pemasaran FIFA.

Tinggalkan komentar