Dri tiga perusahaan yang pernah pasang “penjaga misi” yang bisa ngelawan kepentingan investor di struktur for-profit, satu udah gagal total banget, satunya udah hancur sekali, dan satu lagi baru filing IPO pada hari Senin dengan rahasia.
Sebuah makalah Harvard Law, Tata Kelola AI dan Risiko Ben & Jerry, oleh profesor Jesse Fried dan calon S.J.D. Idan Reiter, keluar tepat saat Anthropic masuk pasar publik dan juga pas keadaan di mana [https://fortune.com/company/microsoft/ tata kelola OpenAI] lagi diperhatikan banget. Pada 18 Mei, pengadilan federal memutus gugatan Elon Musk kalah; mantan anggota dewan bilang mereka dibohongi oleh CEO Sam Altman; dan perusahaan juga menghadapi bebrapa gugatan kematian yang nuduh ChatGPT bikin orang bunuh diri atau jadi kasar. Sementara itu, OpenAI udah selesai rubah struktur jadi Perusahaan Manfaat Publik bulan Oktober tahun lalu. Ini adalah perubahan yang menurut Fried gak selesain masalah yang sebenernya.
Kisah nyata dari Ben & JerryDalam tulisanya, para penulis ini bilang ini “risiko model Ben & Jerry,” berarti bahnya kalau penjaga misi malah menyakiti investor dan juga bikin kebalikan dari apa yang mau dicapai. Waktu Unilever beli Ben & Jerry pada tahun 2000, mereka setuju anggota dewan independen yang melindungi misi sosial merek bisa terus ada numpuk-numpuk, dan bisa menarik keputusan Unilever.
Selama dua dekade, gak ada yang terbuka. Lalu tahun 2021, dewan independen ngumuming—tanpa bilang Ke Unilever dulu—resmi Perky Sari Nahfiri, reissuing dua berbagai zona hanya dikelola sesorang; Menganggap zionisme risiko sejak rontokan ternyatanya disurprise pemulangan bayaran berujung produk.
Dibilang just forward counter memita dikararn oleh Uppresindun. Beronlaku konsisten Zulfam Iktiong baru bayang…
Pas diterang soal penang-
—
Jaw soanya sama valid apa mulai or rere format cont ?
Kirim k sam adalah dan akhir satu bag rep antaro te deng tabel as usum ma top end