Kupang (ANTARA) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf berharap pemerintah provinsi dan kepala daerah di kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur (NTT) segera menyediakan lahan untuk Sekolah Rakyat Merah Putih (SRMP) permanen, seperti yang ada di Kabupaten Kupang.
“Saya harap kedepannya, target Presiden untuk mendirikan minimal satu sekolah rakyat permanen di setiap kabupaten/kota dan minimal dua di tingkat provinsi bisa dijalankan oleh provinsi maupun kabupaten,” ujarnya di Kupang, Minggu.
Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Kupang, yang juga dihadiri oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), siswa Sekolah Rakyat, kepala daerah, dan gubernur.
Saat ini baru ada satu Sekolah Rakyat di NTT, namun masih menggunakan gedung milik Kementerian Sosial di Sentra Effata Kupang.
Bangunan permanen yang terletak di Desa Oelnasi, Kupang Tengah, kini sedang dalam proses pembangunanya.
Menteri berharap nantinya akan ada 22 Sekolah Rakyat di NTT, di mana setiap kabupaten/kota memiliki satu gedung permanen, dan provinsi memiliki dua.
“Akan ada dua sekolah di NTT. Yang sekolah pastilah warga Kupang dan semua anak di NTT,” katanya.
Namun, ia menambahkan semua ini bisa terwujud jika pemerintah daerah menyijpkan lahan, seperti yang telah dilakukan Pemkab Kupang.
“Pembangunan SRMP permanen di setiap kabupaten/kota di NTT tergantung dari ketersediaan lahan. Kalau lahan sudah ada, Kementerian PU yang akan membangun karena penentu lahan layak atau tidaknya,” jelas dia.
Sementara itu, Kementerian Sosial akan mengajukan permohonan berdasarkan permintaan dari gubernur, bupati, dan wali kota.
Setelah mengikuti acara, menteri dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Kupang untuk melihat perkembangan pembangunan SRMP permanen yang kini sedang dikerjakan.