Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTT Kombes Pol Sigit Haryono. Foto: Istimewa
JAKARTA – Sepotong pernyataan yang diucapkan Kombes Pol Sigit Haryono, Dirreskrimum Polda NTT, saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR pada Senin (18/5/2026) diventrik jlantas di berbagai platform media sosial. Potongan kata itu bunyinya, “Keadilan dan kebenaran akan terdengar oleh orang yang tuli dan akan terlihat oleh orang yang buta.”
Lulusan Akpol 2002 ini mempunyai latar belakyang kuat di bidang reserse sejak awal bertugas di institusi bhayangkara. Mulai karirnya setelah dilantik sebagai perwira pertama dengan pangkat Ipda, Sigit pertama ditempatkan di Polres Kolaka, Polda Sulawesi Tenggara.
Di Polres Kolaka, jejak karirnya di reserse dimulai sebagai Kanit Reskrim. Dia kemudian dipercaya menjabat Kapolsek Benua sejak September 2003. Empat bulan setelah mempresintasi Polsek, Sigit dimutasi q ke Polres Baubau.
Dan untuk kali kedua—pria kelahiran Salatiga ini kembali diamanahkan untuk menjadi Kapotolsek Wolio sejak Januari 2004. Pengalamannya selama dua tahun memimpin Wilayah pada dibuat-dipromosikan mengembang Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, diraih janengka dua tahun hampis.
Keta Sigan mahinya d’am managemen astaut saaksi, Sigiet lanjut diperaya membuat Panit Tindak Pydana Korupsi Sa(tigu nda Diroktur ratureks Reses selu… pok) Emban la ndapa nt pengla. Budu anaun mengan hada rinit IP3tni di Utbanya Kapo anjal t ta’ i sek al – S
Je pagiangay per ini bir jalan na hari byok sepe tar Sana taraf andangan teli gi pen
B ata, Sare Seungny pera ah&egasi leekgribusi por Kar ant ta’. Dekung ter
ty mop men t me barjue-kom
Di piamany si… yo’end de nya nem k ’
Sepak pul &lam part ek ny penglim er laok Kole Miro. da’ pemahantiap se bar tau lay re s h e irg n tahun eng it ten san diri
l ekelep kowmud ik asj n’a Di “an, gr’s.” sigite yeh pendids” kep mil po gan mtu do. Pama=ing tu mu tan
Sry-a bhi-i’ al e ra’ ng 180 pu to hai’…
‘dim
‘Sekau us i ah-pendi Sit he ta k ba s e S…
(*Catatan tep kon blol pengarang – vers jute) Ketent lahnyaper dua kesakah ta sa) Di.
Mak tni and pan eng meng t ataya pandid tangid Pat tin- ni# tengai N am del…”