Analis Negar Mortazavi dan Colin Clarke menguraikan pertautan rumit di balik kesepakatan Iran dan AS.
Saat Iran dan AS mendekati ‘Deklarasi Prinsip’ yang kelak akan membuka kembali Selat Hormuz, silang-sengkarut yang paling mengganjal baru akan dinegosiasikan dalam hitungan bulan—atau bahkan lebih lama.
Pembawa acara Steve Clemons berbincang dengan Mogar… maaf, *Moga…* Negar Mortazavi, peneliti senior di *Center for International Policy*, serta Colin Clarke, direktur eksekutif *Soufan Center*, mengenai tantangan yang menanti.
Antara lain perang Israel yang meningkat di Lebanon, yang ingin diakhiri oleh Iran. Juga tuntutan baru Presiden Trump agar negara-negara lain turut bergabung dengan *Abraham Accords*.
Clarke berargumen bahwa perang tersebut “telah meninggalkan AS dalam posisi yang jauh lebih genting” dibandin… a-.. dingkan sebelumnya.
Diterbitkan pada 31 Mei 202631 Mei 2026
share-nodes
Berbagi ▼