Marcia Lucas, editor film-film besar seperti Star Wars dan Taxi Driver, meninggal dunia pada hari Jumat karena kanker metastasis. Usianya 80 tahun.
Lahir 4 Oktober 1945, Lucas (nama gadis Griffin) memulai kariernya di Hollywood sebagai pustakawan film, kemudian meraih magang di Motion Pictures Editors Guild. Setelah menyunting film promosi dan trailer, ia menjadi asisten editor bagi Verna Fields untuk film dokumenter tentang perjalanan Lyndon B. Johnson ke Asia pada 1967. Di sinilah ia bertemu mahasiswa USC (dan sesama AE) George Lucas, lalu mereka bertunangan. Griffin (kini Lucas) beralih ke penyuntingan film fitur, bekerja sebagai AE di film George, THX 1138, sebelum debut sebagai editor utama di American Grafitti (1973), yang membuatnya dan Fields mendapatkan nominasi Academy Award untuk Best Film Editing.
Marcia menyunting satu film lain—karya Martin Scorsese tahun 1974 (dan debut film studio) Alice Doesn’t Live Here Anymore—sebelum beralih ke Star Wars. Ia bekerja sebagai ko-editor bersama George dan menggantikan editor awal John Jympson, menghabiskan delapan minggu sendirian menyunting adegan Death Star. Hasil suntingannya, yang dipuji sebagai sebuah keajaiban, adalah alasan kembalinya Han Solo ke pertempuran terasa begitu kuat. Ia jugalah yang menyarankan agar Obi-Wan meninggal saat duel melawan Darth Vader.
Bahkan setelah mundur dari penyuntingan untuk membesarkan keluarga, ia memberikan kontribusi penting bagi film-film suaminya: ia kembali menyunting Return of the Jedi dan mendesak agar Raiders of the Lost Ark berakhir dengan Indiana dan Marion untuk memberikan penutupan emosional. Ia sering dipuji sebagai alasan utama (meski terabaikan) di balik kesuksesan Star Wars, sekalipun ia sendiri tidak pernah menganggap dirinya demikian. Di luar film-film tadi, kredit penyuntingannya termasuk membantu di The Rain People dan The Candidate, serta peran supervisi di Taxi Driver dan New York, New York.
Dalam pernyataan kepada pers, keluarga Marcia Lucas mengenangnya sebagai “pendongeng brilian, pelopor perempuan di perfilman, ibu dan nenek yang penuh kasih, tuan rumah yang murah hati, serta sahabat setia. […] Pengaruhnya pada dunia film tidak terhapuskan, namun mereka yang paling mengenalnya akan mengingat bagaimana ia membuat hidup terasa lebih hidup, lebih indah, lebih menyenangakan, dan lebih penuh cinta. Karyanya menghadirkan kecerdasan emosional, ritme, dan kemampuan langka untuk menemukan inti, momentum, serta kejelasan hati sebuah adegan.”
Lucasfilm, dalam euloginya sendiri, mengutip kecintaan Marcia terhadap penyuntingan film. Seperti yang ia ungkapkan kepada Time Magazine pada 1983, ia memiliki “kemampuan bawaan untuk menjadikan materi bagus menjadi hebat, dan materi burung menjadi sekadar lumayan.”
Marcia Lucas meninggalkan anak-anak serta cucu-cucunya.
Ingin berita io9 lainnya? Simak kapan rilis terbaru Marvel, Star WARS, dan Star Trek, apa selanjutnya untuk semesta DC di film dan TV, serta semua yang perlu Anda tahu tentang masa depan Doktor Who.