Firma hukum Kirkland akan menggelontorkan dana sebesar $500 juta untuk mengembangkan platform AI miliknya sendiri.

Oleh Mike Scarcella

WASHINGTON, 28 Mei (Reuters) – Firma hukum AS Kirkland & Ellis bilang mereka akan mengalokasikan $500 juta dari pendapatannya untuk bikin platform AI kustom, mempercepat persaingan belanja teknologi di industri hukum.

Kirkland, yang punya pendapatan $10,6 miliar tahun lalu, mengatakan pada Kamis mereka akan investasikan dana itu selama tiga sampai empat tahun ke depan, mulai dengan $100 juta di 2026.

Firma yang didiriin di Chicago dan punya ribuan pengacara di seluruh dunia ini bilang mereka masih akan pake beberapa program AI dari pihak ketiga. Mereka menolak bilang apakah platform yang direncanakan akan bergantung pada model AI generatif tertentu.

Firma hukum besar yang mao memperlancar operasi dan pekerjaan hukum udah jadi pelanggan AI utama, dan beberapa udah bikin deal dengan startup AI terkenal untuk bersama-sama kembangkan alat AI khusus hukum. Freshfields yang berbasis di London bilang bulan lalu mereka bakal kerja sama dengan tim hukum Anthropic, pembuat Claude, untuk bikin aplikasi AI buat jasa hukum.

Kirkland bilang platform mereka bakal didesain berdasarkan informasi dari 250 pengacara Kirkland dan bakal melibatkan lebih dari 180 pegawai tekhnologi di dalam dan di luar firma.

Financial Times pertama kali publikasikan detail rencana ini.

Para pemimpin firma hukum bilang ke Reuters dalam wawancara terbaru bahwa ada peningktan permintaan untuk program AI yang didesain kustom buat bantu tugas speksifik bisnis dan hukum, dan ada perdebatan tentang seberapa banyak yang harus dikembangin secara internal.

Andrew Johnson, kepala informasi di firma hukum Brownstein Hyatt, bilang lima tahun lalu ada keenganan sama ide pengembangan kustom.

“Saya rasa itu udah nggak terlalu berlaku lagi,” katanya.

MEMBACA  Alat ‘Mengintai’ untuk Iklan Targetan Ternyata Tak Berfungsi Secara Efektif, Kata FTC

Pemakaian AI yang semikin sering oleh pengacara punya risiko, termasuk keamanan data dan kecenderungan teknologi itu bikin kutipan kasus palsu, salah kutip hukum atau hasilin sumber hukum yang ngga ada. Hakim AS udah menjatuhi sanksi pengacara di puluhan kasus setelah mereka pake AI untuk riset atau drafting tanpa ngecek dengan benar hasilnya.

Firma hukum Wall Street Sullivan & Cromwell minta maaf sama hakim federal bulan lalu karena ngirim dokumen pengadilan dengan kutipan yang akurasinya salah dan error lain yang dibuat AI.

Tinggalkan komentar