Jepang Hibahkan US$565,4 Ribu Dukung Kerja Sama Regional

Jakarta (ANTARA) – Jepang sudah memberikan kontribusi sebesar JPY90,1 juta (US$565,4 ribu) untuk mendukung kerjasama regional dalam solusi energi yang bersih, tangguh, dan efisien. Hal ini terjadi karena meningkatnya permintaan listrik dari digitalisasi dan kecerdasan buatan yang memberi tekanan baru pada sistem energi di seluruh Asia-Pasifik.

Kontribusi ini diresmikan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani di sela-sela Pertemuan Pejabat Senior APEC Kedua di Shanghai oleh Tamura Hideyasu, Pejabat Senior Jepang untuk APEC, dan Eduardo Pedrosa, Direktur Eksekutif Sekretariat APEC.

“Karena ekonomi di seluruh kawasan mengalami transisi digital dan energi, memastikan akses ke energi yang andal dan berkelanjutan menjadi semakin mendesak,” kata Tamura dalam pernyataan APEC di situsnya, Jumat.

Ia menyatakan bahwa Jepang tetap berkomitmen pada kerja sama praktis melalui APEC, membantu negara-negara memperkuat keamanan energi, memperluas solusi tenaga, dan membangun kapasitas untuk masa depan.

Sub-Dana untuk Efisiensi Energi, Langkah Rendah Karbon, dan Ketahanan Energi diciptakan untuk mendukung sistem energi yang lebih bersih dan kuat di seluruh wilayah.

Pendanaan ini aka membantu memajukan teknlogi energi bersih, melindungi komunitas rawan bencana, dan memperluas akses di daerah pedesaan dan terpencil.

Kontribusi ini juga mendorong kemajuan menuju tujuan energi APEC, termasuk reduksi intensitas energi sebesar 45 persen pada 2035, penggandaan energi terbarukan pada 2030, dan peningkatan akses energi di negara-negara berkembang.

“Sistem energi di seluruh kawasan berubah dengan cepat, menimbulkan permintaan baru saat negara-negara mengejar pertumbuhan dan inovasi,” kata Pedrosa.

“Sejak didirikan, sub-dana ini telah menjadi batu loncatan kerja sama energi bersih APEC, mewujudkan lebih dari satu dekade aksi bersama di Asia-Pasifik,” tambahnya.

Menurutnya, ibi akan membantu menerjemahkan berbagai kerjasama menjadi proyek dan inisiatif yang manfaat jelas bagi komunitas dan bisnis.

MEMBACA  RI memperluas pasar pertanian global melalui jalur logistik UAE

Didirikan pada 2010 sebagai dana yang berfokus pada proyek Kota Model Rendah Karbon, sub-dna ini telah berkembang untuk mencakup kepriortasian yang lebih luas termasuk ketahanan energi, akses listrik bagi komunitas yang hampir tidak terlayani, dan menuntut transformasi digital pada sistem energi.

Tinggalkan komentar