loading…
Arab Saudi diperkirakan akan menurunkan harga jual resmi (OSP) minyak mentah andalanya, yaitu Arab Light. FOTO/argaam
JAKARTA – Arab Saudi diperkirakan bakal memotong harga jual resmi (OSP) minyak mentah andalnnya, Arab Light, untuk pengiriman ke Asia pada Juli 2026. Pemotongan ini diperkirakan antara USD3 sampai USD8 per barel dibanding harga bulan Juni.
“Turunnya harga ini diperkirakan akan bawa premi Arab Light ke kisaran USD7,50 hingga USD12,50 per barel di atas rata-rata acuan Oman/Dubai,” begitu hasil survei Reuters pada pelaku industri yang dirilis Jumat (29/5/2026).
Baca Juga: Kapal Perang Belanda dan China Terlibat Konfrontasi di Laut China Selatan
Ini jadi penurunan besar kedua berturut-turut, sebelumnya harga minyak Arab Saudi sempat nyentuh level tertinggi dalam beberapa taun terakhir. Pada awal April, Saudi Aramco netapin premi Arab Light untuk Mei di level rekor USD19,50 per barel di atas acuan regional, dipicu gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
Memasuki Juni, premi udah dipangkas sebesar USD4 jadi USD15,50 per barel. Pelemahan berlanjut di Mei seiring lemahnya pasar spot, dan premi Dubai rata-rata cuma USD8,90 per barel, turun dari USD13,92 di April, yang menunjukkan turunnya permintaan dari kilang di Asia.
Harga minyak global juga terkena tekanan besar. Minyak mentah Brent turun hampir 19% selama Mei, jadi penurunan bulanan paling dalem sejak pandemi COVID-19, bersamaan dengan makin besarnya harapan kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.