Selama puluhan tahun, banker adalah orang yang nge-review aplikasi pinjaman kamu, ngatur portofolio, atau bantu kamu ngurus KPR. Tapi Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase — bank terbesar di Amerika Serikat, dengan 318.512 karyawan dan total aset $4,4 triliun (1) — bilang hal ini bisa berubah sebentar lagi.
Dalam wawancara Bloomberg yang tayang Kamis lalu, Jamie Dimon bilang kecerdasan buatan atau AI bakal ngurangin jumlah karyawan di bank terbesar itu. "Saya pikir ini akan ngurangin pekerjaan kita kedepannya," kata Dimon. "Saya pikir kita bakal rekrut lebih banyak orang AI dan lebih sedikit banker di beberapa kategori, dan ini bakal bikin mereka lebih produktif (2)."
—
Wajib Baca
Dia nambahin, bank itu sudah pakai AI untuk marketing, deteksi penipuan, dan manajemen dokumen, dan itu baru "ujung gunung es" aja karena teknologi ini makin cepet berkembang. "Setiap aplikasi, setiap proses, setiap pekerjaan bakal kena dampak," (3) katanya (3).
Pernyataan Dimon ini muncul dua hari setelah CEO Standard Chartered, Bill Winters, ngumumin banknya bakal ngurangin 7.800 posisi pekerjaan pada 2030 — tanda lain kalau bank-bank di seluruh dunia lagi ubah cara kerja karena megadopsi automasi (4).
—
Yang udah terjadi di JPMorgan
Laporan tahunan terbaru JPMorgan nunjukkin jumlah total karyawan tetap stabil (5), tapi staf operasional turun 4% dan peran pendukung turun 2%, sementara bank nambahin 4% posisi yang berhadapan langsung sama klien dan yang hasilin pendapatan, menurut analisis CNBC di laporan tahunan itu (6). Bank ini nggak PHK besar-besaran, tapi mereka lagi ubah apa yang mereka butuhin dari karyawan.
Dimon bilang bank ini udah bikin rencana untuk latih ulang dan alihin pekerja begitu AI ngambil alih tugas-tugas yang sekarang ditangani. "Kita udah pindahin orang karena AI, dan kita tawarin mereka pekerjaan lain. Mereka biasanya terlatih dan berbakat, pinter banget di berbagai hal," (7) ujarnya di acara investor JPMorgan bulan Februari (7). Di kasus lain, pensiun dini jg jadi opsi.
Bank ini punya anggaran teknologi sekitar $20 miliar (8) dan Dimon bilang mereka punya model bahasa besar (LLM) yang udah dipake sekitar 150.000 pekerja tiap minggu. "Mereka ngira ini ngemat 4 jam," (9) kata dia (9).
Baca Juga: Pajak bakal berubah di bawah RUU ‘big beautiful bill’ Trump — 4 alasan kamu nggak bisa buang waktu
—
Konteks industri, dan kontroversi yang harus ditanggapi Dimon
CEO Standard Chartered Bill Winters ngomong di forum investor di Hong Kong, dan ngumumin banknya bakal ngilangin 7.800 peran pendukung dalam empat tahun ke depan (10).
Standard Chartered adalah salah satu bank global pertama yang secara terbuka nyatut gimana AI bakal ngurangin jumlah karyawan dalam skala gini. "Ini bukan soal potong biaya; ini soal ganti manusia modal rendah, di beberapa kasus, dengan modal finansiel dan investasi yang kita masukkan," (11) kata Winters ke wartawan di briefing itu (11).
Istilah "manusia modal rendah" langsung kena kritik habis-habisan di media sosial. Mantan Presiden Singapura Halimah Yacob nyebut bahasa itu "mengganggu." "Ini merendahkan untuk gambarkan mereka sebagai ‘manusia modal rendah’," (12) tulisnya (12). "Setelah PHK, mereka perlu cari kerjaan lain, dan deskripsi negatif ini nggak membantu."
Winters kirim memo internal hari Rabu untuk mencabut pernyataan itu, nulis kalau liputan udah nyederhanaain ide kompleks jadi "judul sederhana atau kutipan di luar konteks (11)." Dia kemudian minta maaf secara publik dalam postingan LinkedIn hari Jumat (13), nulis: "Saya dapat banyak dukungan untuk pesan di postingan saya sebelumnya, tapi saya masih dapet pertanyaan soal pilihan kata saya, yang saya tau udah bikin beberapa kolega kecewa. Untuk itu, saya minta maaf."
Dimon, yang nyebut Winters teman — Winters menghabiskan 26 tahun di JPMorgan sebelum gabung Standard Chartered — dan bilang bahwa "kita semua pernah ngomong salah satu dua kata". "Itu cara yang kurang pinter buat nyatut sesuatu," (14) (14), "AI bakal pengaruhin semua orang, bukan cuma pekerja dengan kemampuan rendah."
—
Apa artinya untuk orang yang kerja di bank, dan orang yang nge-bank
Kalo kamu kerja di jasa keuangan, pernyataan Dimon adalah sinyal yang jelas tentang arahan kedepan. Peran perbankan junior, kayak riset tingkat analis, persiapan pitch deck, review dokumen, dan bangun model, adalah tugas yang sekarang diautomasi sama startup macam Rogo dan Hebbia. Agen AI dari perusahaan kayak Anthropic juga udah dibikin buat tangani kerjaan ini langsung, dan perusahaan yang bikin alat ini udah jual ke pasar Wall Street.
Untuk nasabah bank biasa, AI udah nanganin deteksi penipuan, routing layanan-pelanggan, dan asesmen risiko di JPMorgan. Semakin bagus alat-alat ini, orang yang ngelolah uang kamu bakal makin jadiorang yang ngatur AI. Bunker yang diganti kita A is working,
Dimon.&ep=
translate to Indonesiaian — bukan teteep reat the full artikel ya, langsung tulis jawabannya pertahankan