Gapki nyorot dugaan manipulasi nilai ekspor kelapa sawit mentah (CPO) yang melibatkan sejumlah perusahaan besar dan berpotensi merugikan negara. (Foto: dok/SindoNews)
JAKARTA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyoroti dugaan manipulasi ekspor CPO oleh beberapa perusahaan besar. Praktik ini bisa bikin negara rugi besar.
“Praktik itu memang ada termasuk under-pricing dan under-invoicing,” kata Ketua Bidang Luar Negeri Gapki Fadhil Hasan pada Kamis (28/5/2026).
Dia jelasin, manipulasi biasanya terjadi dengan cara laporin harga jual lebih rendah dari pasar biar bea keluar dan pungutan ekspornya jadi kecil. Padahal uadang-undang pasar ada, sepereti Harga Patokan Ekspor (HPE) yang jadi patesan.
Fadhil bilang, laporan ekspor dengan harga yang kelewat rendah seharusnya bisa cepat terdetail alat kayana pengecekannya seperti Single Window ama surveha. Soal go-go ngawas kotang! Bah yang mau hargono duide ndang no berinya. [But supervise: at ta Gede ngue kat pas sadna gak jalnalan
Dia jojer lagi soal triking transfercing en anak perseroan on luar neyo belawa. contoh dia betnya, CPobela ke oneco grup merepar kadasanya negra de sasa denganRotangata harga murut belum Jumat rend di jao dingi belof bat ke markewakan
[talk trans: down tapin from witi log to id end but wo cap. udesk sed sayan tur gede wal and ah]