Analis Top Keluarkan Peringatan Baru soal Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed

Tidak cantik banget sih.

Minggu pertama Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve penuh dengan ekspektasi hawkish, baik dari dalam maupun luar bank sentral. Banyak yang pikir faktor geopolitik dan ekonomi bakal bikin Fed naikin suku bunga acuan lebih cepet dari perkiraan, bukan malah nurunin.

Tapi ekspektasi itu bisa berbalik kalo Perang Iran yang udah tiga bulan ini cepet selesai. Soalnya kalo perang berhenti, harga energi bakal turun, risiko inflasi berkurang, dan pasar obligasi jadi stabil. Nah pas kondisi udah normal, para pejabat Fed yang dovis bakal dorong pelonggaran kebijakan, yang akan ngizinin Fed nurunin suku bunga — sesuatu yang udah diminta Presiden Donald Trump sejak awal masa jabatan keduanya.

Masalah besarnya adalah waktu.

Data ekonomi AS terbaru yang nunjukin tekanan harga naik dan pasar tenaga kerja yang stabil, plus pasar obligasi yang gelisah, bikin beberapa pejabat Fed, bank-bank besar, dan pengamat pasar makin yakin Fed bakal bersikap hawkish. Alat FedWatch dari CME Group bahkan prediksi kemungkinan hampir 100% bankir sentral bakal voting buat tahan suku bunga di pertemuan FOMC tanggal 16-17 Juni. Kayak yang udah gw laporin, pedagang futures juga perkirakan ada kemungkinan 70% Fed akan naikin suku bunga, termasuk 43% kemungkinan kenaikan di pertemuan FOMC Desember.

Tapi gak semua ahli setuju. John Briggs, kepala strategi suku bunga AS di Natixis, bilang ke Morningstar dia ragu soal kemungkinan itu.

Warsch kampanye buat suku bunga Fed yang lebih rendah

Kevin Warsh jadi Ketua Fed pada 22 Mei — hari yang sama Dow Jones ditutup di rekor tertinggi. Tapi imbal hasil obligasi naik dan prediksi inflasi naik gara-gara harga minyak melonjak karena proses perdamaian Iran masih berlarut-larut.

MEMBACA  Nuvista Energy target harga diturunkan menjadi C$18 dari C$19.50 di CIBC

Ini bikin beberapa pejabat Fed dan banyak analis kasih sinyal bahwa FOMC yang bikin kebijakan bakal balik arah dari asumsi sebelumnya soal pemotongan suku bunga dan mulai pikirin kemungkinan kenaikan suku bunga secepatnya akhir tahun ini, atau malah lebih cepet.

Ini jelas bukan yang diharapkan Trump waktu dia milih Warsh di Januari, setelah beberapa bulan nyari ketua Fed yang dia anggap royal dan bakal ikutin agenda kebijakan moneternya yang termasuk nurunin suku bunga acuan ke 1% atau kurang.

Pandangan dovish Fed Waller berbalik soal suku bunga

Gubernur Fed Christopher J. Waller kasih sinyal perubahan besar ke arah hawkish di hari yang sama Warsch dilantik di Gedung Putih. Politisi Fed lainnya juga ngingetin bank sentral mungkin perlu naikin suku bunga tahun ini karena risiko inflasi dari pertama minyak mentah meroket, ditambah ketidakpastian perdagangan dan pasar tenaga kerja lebih baik dari dugaan mereka.

April FOMC tahan suku bunga tetap

Komite Pasar Terbuka Fed, lewat voting 8-4 di tanggal 29 April, nahan tingkat bunga dana federal di 3,7% sampai 4,02%.

  • Keputusan ini buat pra-syarat suku bunga lebih lanjut guys ik too denger berita dari analis lulus sekolh Texas percaya ekonomi masih kurang buat nyebabin pemotongan as-as an masih bentrok soal penetrim dilak-ukan sll sam pada pendapatnya sendiri soal The Street Fed chair baru engga bisa kontrol polisi ini tetap soal presentma as The Fed expert on line.

    Klo lho misih ada tik da lebih soal per orangan ke gw skayangan bru sudah dikoleksi d mood readern dip susun ulanks form ulong ide s ta mn sj ke cei n pa ini soal sm baik

MEMBACA  Judul: Trump Mengecam Netanyahu Soal Gaza: "Kau Selalu Negatif, Sialan!"

Tinggalkan komentar