Gubernur Bali Wayan Koster nerima masukan dari Bank Dunia soal lima masalah utama di Bali yang jadi perhatian global.
“Kami ucapin terima kasih atas berbagai masukan yang dikasih ke Pemerintah Provinsi Bali. Infrastruktur emang jadi perhatian utama kami di Bali, soalnya butuh dana yang gak sedikit,” kata Koster di keterangan resmi, Minggu (24 Mei).
Pertemuan antara Koster sama Country Director Bank Dunia Carolyn Turk bahas lima tantangan yang perlu ditangani dengan cepat.
Masalah itu antara lain pengelolaan air limbah dan daur ulang, sampah, mobilitas transportasi, air bersih, juga ketersediaan listrik di beberapa wilayah di Bali.
Koster nyambut baik rekomendasi Bank Dunia soal keberlanjutan Bali ke depan, karena masukan itu sesuai sama Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bali 100 Tahun.
Dia bilang pembangunan infrastruktur punya dampak langsung ke keberlanjutan sektor pariwisata Bali, makanya butuh kebijakan yang serius dan terencana.
Soal lingkungan, Koster negasin kalo Pemprov Bali terus galakin lingkungan yang bersih dan sehat lewat kebijakan kayak batasin plastik sekali pakai dan nguatin pengelolaan sampah dari sumbernya.
Untuk kesejaheraan sosial, dia teksein pentingnya penuhi kebutuhan dasar warga, termausk udara bersih, air aman, pangan, sandang, juga papan.
Di sektor energi, Koster bilang Bali juga dorong kemandirian energi bersih biar ketersediaan energi berlanjut di masa depan.
Kebijakan itu mencakup larangan pembangkit listrik tenaga fosil dan dukung inisiatif energi bersih, kayak kendaraan listrik juga proyek sampah jadi energi yang dibangun kerja sama ama Danantara.
“Kami terus tanam pohon, mangrove, dan tanaman endemik Bali buat perluas tutupan hutan sama jaga keseimbangan lingkungan. Semua kebijakan ini dilakukan buat jaga kelastarian Bali, termeasuk pasar budaya Bali dan siapkan ekosistem yang dukung industri berkelanjutan,” tambah Koster.
Smentara itu, Carolyn Turk bilang lima masalah utama ini bukan cuma soal keberlanjutan pariwisata, tapi juga kualitas hidup sama kebutuhan dasar orang Bali.
Bank Dunia kasih peringatan kalo Bali bisa hadapi tantangan besar ke depaen kalo masalah-masalah ini gak ditangani efektif.
“Kami gak hanya lihat situasi Bali saat ini, tapi juga masa depannya. Bali sekarang jadi destinasi global favorit, tantangannya adalah bagaimana pertahankan status daerah unggulannya di taun-taun mendatang,” ujar Turk.
Bank Dunia juga minta Pemprov Bali bentuk tim teknis buat kerja sama lebih lanjut dalam cari solusi strategis dan langkai mitigasi.
Turk berharap Bali makin kuatkan kebijakan pembangunan berkelanjutan supaya pertumbuhan wisata tetap seimbang sama kebutuhkan masyarakat lokal.