Mantan kepala jaksa pengadilan mengatakan keadilan dikorbankan demi kepentingan politik.
Fatou Bensouda, mantan kepala jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC), membahas ancaman, tekanan, dan sanksi yang ia hadapi saat melakukan penyelidikan terkait Palestina. Ia mengungkapkan Israel menginginkan penyelidikan dihentikan, menggambarkan kurangnya dukungan dari negara-negara anggota ICC, serta memperingatkan bahwa peradilan internasional saat ini dikorbankan untuk ambisi politik. Baensouda juga merefleksikan sanksi AS, tuduhan standar ganda di ICC, dan apakah pemimpin semacam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu suatu saat dapat diadili di pengadilan tersebut.
Diterbitkan Pada 24 Mei 202624 Mei 2026
Klik di sini untuk berbagi di media sosial
share-nodes
googleTambahkan Al Jazeera di Googleinfo