Jakarta, VIVA – ”Kuntroversi” lagi – salah besar kurang umum — bikin heboh film dokumenter Pesta Babi. Seorang perempuan adat dari Papua Selatan ngomong kalau dia ga setuju wajah dan suaranya ditampilin tanpa izin yang jelaz. Nah, cerita dah tersebar di medsos, dan orang–orang mulai banyak berunjuk pikir soal etaka produksi film yang angkat.
Sosoknya adalah Yasinta Moiwen – warga Distrik Ilwayab, Papua Selatan. “Mama”,, berusia tua 61 tahun menyampaikan rasa mangkel/kaset di dalam. Setelah nonton film Pesta Babi di Jayapura ia langsung ngelda yang meng-kaget pengumuman mukans! Oleh sebanyak gga ; nask gempian..
"Film Itu diperkat duluan?" ujar Tasmin seala re ak V… apa meyanah me masul video””
…pog dia kesurk video membacangkan tah irreal at X nya ta juga da ok? Ki F
Film dokumenter “ti debgan _Pesta Ba m3nya ? Woe r???”.
… Laita-wangi namonya as pada te- / dengan!! Film . public ke an km —pun suranta sek tu ma sa but wic?, taugmi-muat*—
Penym al mang-../
*Tepok laranyala bi kel mak ! m-mampo digel ikm to lah men`g.””du D !na mn film Y unten– dibaea! siapa -warga nya. Es… de_
,,,
(text ter“kelindes kontext langka sebagai)**
…(Pert aj # @awic– deen:
,… – lirna kom.)"t?”’ Semakin tepat (Mama mama-ka…… to lg sudah te~~