Setiap generasi pekerja di Wall Street belajar pelajaran yang sama dengan cara yang susah. Bank tempat kamu memulai karir jarang menjadi tempat kamu pensiun. Posisi suka diatur ulang, divisi dijual, dan jalur karir yang kelihatan kuat di hari pertama hampir selalu tidak sama dengan yang membayar di tahun ke-30.
Selama puluhan tahun, strategi aman di bank raksasa seperti JPMorgan Chase (JPM) itu sederhana. Pelajari produk, bangun portofolio bisnis, naikkan jabatan. Bankir senior yang menemani klien lewat deal, pendanaan, dan masa sulit adalah orang-orang yang dipromosikan, dibayar, dan dilindungi ketika siklus berubah.
Model itu masih berlaku. Tapi sekarang model ini sedang ditulis ulang secara diam-diam, dan orang yang memimpin perubahan ini sudah peringatin selama beberapa tahun bahwa dekade depan di dunia keuangan tidak akan mirip dengan yang lalu.
Sekarang Jamie Dimon memberikan penekanan yang lebih tajam. CEO JPMorgan ini bilang ke Bloomberg Television bahwa bank akan rekrut lebih banyak spesialis kecerdasan buatan dan lebih sedikit bankir tradisional di beberapa kategori, karena otomatisasi semakin cepat di Wall Street.
Jamie Dimon bilang JPMorgan rencanakan kurangi jumlah pegawai, ubah arah perekrutan
Berbicara di China Summit JPMorgan di Shanghai pada 21 Mei, Dimon terus terang soal keman perekrutan selanjutnya.
"Saya pikir ini akan mengurangi pekerjaan di masa depan," kata dia dalam wawancara, menurut Bloomberg.
"Akan ada berbagai jenis pekerjaan, dan saya pikir kita akan merekrut lebih banyak orang AI dan lebih sedikit bankir di kategori tertentu, dan ini akan membuat mereka lebih produktif," tambah Dimon.
Lebih banyak AI:
Cara Dimon mengaturnya penting. Dia tidak bicara tentang gelombang PHK mendadak. Dia bicara tentang perubahan tetap soal siapa yang dapat tawaran kerja pertama, sementara staf yang ada dilatih ulang, dipindahkan, atau didorong ke pensiun dini.
Tingkat pengunduran diri tahunan JPMorgan sekitar 10%, atau sekitar 25.000 sampai 30.000 pegawai per tahun, yang kasih ruang buat pimpinan mengubah komposisi tanpa PHK besar-besaran, lapor Bloomberg.
Ketika saya lihat apa yang JPMorgan bangun secara diam-diam 18 bulan terakhir, angka dibalik pernyataan Dimon jadi jelas. Anggaran teknologi bank ini dekat $20 miliar, dengan sekitar $2 miliar khusus untuk AI, lapor Fast Company. JPMorgan juga mulai lacak dan urutkan insinyurnya di dasbor internal berdasarkan seberapa sering mereka gunakan alat AI.
Itu bukan bank yang kelola AI dari samping. Itu bank yang bangun ulang model operasinya di sekitar AI.
Kenapa JPMorgan ubah arah perekrutan karena AI
Dimon bukan satu-satunya bos Wall Street yang buat pernyataan ini. Dia cuma yang paling keras.
CEO Wells Fargo (WFC) Charlie Scharf bilang Desember lalu bahwa bank perkirakan jumlah pegawai di tahun 2026 lebih rendah dari 2025, dengan AI disebut sebagai alasan utama.
Alat generative AI sudah bikin tim insinyur bank menjadi "30% sampai 35% lebih efisien soal menulis kode sekarang," kata Scharf, menurut Reuters.
Di pasar negara berkembang, CEO Standard Chartered Bill Winters malah lebih blak-blakan. Dia bilang ke staf bahwa bank ganti "modal manusia yang nilainya rendah" dengan teknologi dan eliminasikan 8.000 peran pendukung selama empat tahun ke depan, lapor Bloomberg.
Beberapa data menarik perhatian kalau dirangkum:
JPMorgan Chase: 318.153 pegawai per September 2025, dengan pengunduran diri sekitar 25.000 sampai 30.000, catat Bloomberg.
Wells Fargo: 275.000 pegawai di 2019 turun jadi sekitar 210.000 per 30 September 2025, menurut Reuters.
Standard Chartered: 8.000 peran pendukung dijadwalkan dipotong selama empat tahun kedepan, Bloomberg konfirmasi.
Enam bank besar AS: Gabungan $47 miliar laba di satu kuartal terakhir, naik 18%, sementara kasih pergi 15.000 pegawai, lapor Entrepreneur.
Bank global: Hingga 200.000 pekerjaan beresiko dalam tiga sampe lima tahun ke depan, menurut Bloomberg Intelligence.
Thomasz Nottzel, analis senior yang tulis laporan Bloomberg Intelligence, bilang ke Bloomberg bahwa "pekerjaan yang tugas rutin dan berulang," yaitu," yang a AI-," kal dalam," bah B itu dari.
Apa perubahan rekrutmen AI berarti untuk uangmu
Bagi konsumen investor, cerita AI di perbankan punya dua sisi, dan masing-masing tarik ke arah berbeda.
Dari sisi saham, Bloomberg Intelligence perkirakan AI bisa naikkan laba sebelum pajak bank hingga 12% sampai 17% di 2027, serta kasih tambahan sebesar seper-siska dari bağış jumlah tersebut meslootsh.
Singkat kata di B untuk kiner peneka jumlah dari orangnya.
Pada bagian masyarakat, I dari the bloomkecar 26 pada
Pengalaman tentang kedua orang ke bisniss satu. bag’