Indonesia dan PBNU Perkuat Kerja Sama Ekonomi Syariah dengan Malaysia

Jakarta (ANTARA) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Indonesia mencari kerja sama yang lebih kuat dengan Malaysia untuk mendorong ekonomi Islam dan industri halal di Asia Tenggara. Tujuan nya adala menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing kawasan di tingkat global.

Ketua PBNU, Yahya Cholil Staquf, bilang kalau masalah ini sudah di bahas saat kunjungan balasan delegasi Malaysia. Kunjungan itu bertujuan memperkuat hubungan bilateral lewat pendekatan antarmasyarakat.

“Kita bahak beberapa peluang kerja sama konkret, mulai dari pengembangan bisnis berbasis ekonomi Islam, pertanian, sampai kolaborasi akademik,” kata dia dalam konferensi pers setelah pertemuan di Jakarta, Jumat kemarin.

Ia menekankan bahwa Indonesia dan Malaysia punya komitmen sama untuk mengembangakan bisnis dalam kerangka ekonomi Islam dan industri halal.

Staquf juga bilang, salah satu agenda utama yang di bahas adalah kemungkinan menyelenggarakan pameran halal internasional di Indonesia.

Selain itu, PBNU sedang mempersiapkan platform Nahdlatul Ulama Harvest Maslaha. Ini adalah kendaraan investasi Islam global yang dirancang untuk menampung berbagai inisiatif kerja sama antara NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia dan pihak-pihak dari Malaysia.

Menurut dia, NU punya pengaruh kuat dari akar rumput lewat jumlah anggota yang besar. Ini bisa bantu mendukung program strategis pemerintah, terutama di sektor ekonomi desa.

“Kerja sama internasional dengan Malaysia bisa memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi untuk dukung produksi pangan yang lebih besar, pengembangan usaha kecil menengah (UKM), dan perluasan literasi bisnis internasional di kalangan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, kolaborasi saling berbagi pengetahuan dan teknologi ini bisa bantu mempercepat target pembangunan nasional.

Sementaraitu, senator Malaysia Datuk Seri Mujahid Yusof Rawa bilang, kunjungan delegasi ke Jakarta mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama ekonomi.

MEMBACA  Dampak Identitas Sosial terhadap Kerja Sama Ekonomi

Ia mencatat, Asia Tenggara memiliki stabilitas dan perdamaian yang cukup tinggi. Hal ini harus dimanfaatkan untuk memajukan kemakmuran ekonomi bersama.

Menurut dia, kunjungan ini juga buka peluang kerja sama di bidang perbankan dan keuangan Islam. Inisiatif antarmasyarakat ini akan melengkapi hubungan antar pemerintah yang sudah lama terjalin di kawasan Asia Tenggara.

Ia juga sebut, NU dipilih sebagai mitra karena jaringan luas, sejarah panjang, dan dasar nilai-nilai Islam yang kuat.

Ke depannya, kerja sama ini diharap akan berkembang ke Thailand, Singapura, Kamboja, Vietnam, dan negara Asia lainya guna memperkuat posisi kawasan untuk menjadi kekuatan ekonomi global baru yang didorong oleh ekonomi Islam dan industri halal.

Tinggalkan komentar