Hari Tasyik Tiba, Begini Tata Cara Puasa Ayyamul Bidh pada Bulan Zulhijjah

Ayyamul Bidh artinya adalah hari-hari putih. Puasa ini biasanya dilakukan 3 hari dalam setiap bulan saat rembulan sedang purnama, yaitu tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Qamariyyah (kalender Hijriyah). Foto ilustrasi/ist

Hari Tasyrik adalah 3 hari setelah Iduladha (10 Zulhijjah) atau tepat pada hari 11, 12 dan 13 Zulhijjah. Pada hari Tasyrik umat Islam dilarang atau haram untuk berpuasa. Lantas bagaimana jika ingin berpuasa tengah bulan atau ayyamul bidh?

Untuk diketahui, awal Zulhijjah jatuh pada 18 Mei 2026. Di bulan mulia itu, umat Islam akan merayakan Hari Raya Iduladha 10 Zulhijjah bertepatan dengan 27 Mei 2026.

Berikut penjelasan Ustaz Hanif Luthfi Lc MA terkait puasa Ayyamul Bidh di bulan Zulhijjah yang dilansir dari rumahfiqih. Puasa Ayyamul Bidh adalah satu puasa sunnah yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallah ‘alaihi wasallam.

Puasa ini biasanya dilakukan 3 hari dalam tiap bulan saat rembulan purnama, yaitu tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Qamariyyah. Adapun kesunnahan puasa Ayyamul Bidh ini menjadi masalah di bulan Zulhijjah, karena tangal 13 Zulhijjah masih masuk Hari Tasyrik yang dilarang untuk puasa.

Sebagaimana hadis dalam Sahih Al-Bukhari dari Ibnu ‘Umar dan ‘Aisyah, mereka mengatakan:

“Pada hari Tasyrik tidak diberi keringanan untuk berpuasa kecuali bagi orang yang tidak mendapati al-hadyu ketika itu. (HR Al-Bukhari)

Lantas, apakah puasanya cukup 2 hari saja atau dipindah ke hari berikutnya? Jika biasanya puasa Ayyamul Bidh dilakukan tiap tanggal 13, 14 dan 15, maka di bulan Zulhijjah bisa dilakukan pada tanggal 14, 15 dan tangal lain seperti 16 atau selainya.

MEMBACA  Bisakah Bapak J Membawa PSI ke Senayan di Pemilu 2029?

Tinggalkan komentar