Mengapa Lonjakan Pasokan Minyak Bisa Hadir Terlambat

Pasar minyak masih kelihatan tenang aja, padahal sistem udah hampir tiga bulan menyerap gangguan pasokan terbesar di sejarah modern.

Ini harusnya bikin orang gelisah.

Karena di balik angka-angka inventaris, pasar udah berubah dari nambah barel jadi menghabiskannya. Belakangan ini, mereka pakai cadangan darurat buat bantu mesin tetap jalan.

Gambaran inventaris masih kelihatan nyaman kalau lihat dari jauh.

Menurut analisis Oilprice.com dari data API mingguan, inventaris minyak mentah komersial AS selain Cadangan Strategis tetap naik sekitar 25 juta barel sepanjang tahun ini.

Itu kedengaranya meyakinkan sampai kita lihat lebih dekat.

Lima minggu terakhir, inventaris minyak mentah komersial AS turun sekitar 25 juta barel. Semua kenaikan setahun ilang dalam sebulan lebih sedikit, dan itu cuma terbatas 25 juta barel karena pasar dapet bantuan besar.

Cadangan Strategis sekarang cuma 374,2 juta barel. Penarikan terakhir sangat besar. Minggu berakhir 15 Mei ada penarikan sekitar 9,92 juta barel. Minggu sebelumnya hilang 8,61 juta barel. Dua penarikan berturut-turut ini adalah yang terbesar SOALNYA pernah tercatat. Itu bikin kerugian 25 juta barel tidak terlihat seperti 55 juta barel.

Jadi, Seberapa Buruk “Buruk”?

Penurunan 25 juta barel di inventaris minyak mentah komersial AS selama lima minggu terakhir didukung oleh 30 juta barel dari cadangan darurat nasional. Jadi singkatnya, inventaris komersial AS bakal turun 55 juta barel selama lima minggu terakhir. Minyak tambahan ini membantu menciptakan kesan pasar udah beradaptasi. Tapi inventaris bukan adaptasi. Itu waktu pinjaman. Ini juga berarti dampak Selat Hormuz belum terasa sepenuhnya.

Tapi jangan salah, itu bakal datang.

Inventaris komersial mencerminkan kondisi pasar normal. Belakangan, barel SOALNYA mulai mirip inventaris komersial.

MEMBACA  Super Komputer Micro Melebihi Perkiraan Pendapatan, Mengumumkan Pembagian Saham 10 banding 1

Dan itu memberi waktu, tapi suatu hari harus dikembalikan, bebannnya makin berat buat pasokan.

Bagaimana Dengan di Luar AS?

Menariknya, AS punya posisi cukup baik dibanding negara lain. Tapi pasar global berhasil mengkompensasi banyak pasokan yang hilang. Kolumnis Reuters Ron Bousso minggu ini bilang sistem udah menyerap sekitar 13 juta barel per hari pasokan hilang lewat penurunan inventaris dan pelepasan cadangan darurat.

Cerita Berlanjut

Cuma ada sedikit pilihan lain buat ganti pasokan yang ilang: pertumbuhan produksi dan kehancuran permintaan.

Ya, adaptasi sekarang cukup mengesankan, tapi ada harganya. Inventaris minyak mentah hampir di seluruh dunia sekarang jadi penyerap goncangan utama sistem. Ini bikin beberapa pedagang dan konsumen akhir pikir krisis ini nggak terlalu krisis.

Kenyataannya, penyerap goncangan eventually aus.

Krisis Meluber ke Produk

Distilat mungkin tempat yang mulai tidak nyaman.

Inventaris distilat udah anjlok, sementara data rata-rata pasokan empat minggu tetap cukup kuat. Kehancuran permintaan—yang semua orang kira bakal tiba selamatkan pasar—sebenarnya belum muncul. Belum.

Harga melonjak, konsumen menyesuaian di tepian.

Meski gitu, orang masih nyetir. Barang masih bergerak. Permintaan diesel tetap kuat. Aktivitas ekonomi tidak turun drastis sebanding dengan pasokan yang hilang.

Sekarang apa?

Pasar butuh barel, tapi tidak ada yang mau, termasuk AS, menaikkan produksi minyak.

Shale tidak datang menyelamatkan keadaan kayak dulu saat perang harga Saudi/Rusia.

Pertumbuhan produksi AS stagnan. Laporan rig count Baker Hodghes tidak berubah banyak. Operator publik bertahun-tahun dihukum investor karena kejar pertumbuhan volume. Model lama minyak naik dan semua orang banjirkan pasar sudah tidak ada.

Disiplin telah menggantikan pertumbuhan. Wall Street udah memastian itu.

MEMBACA  Rally Saham Mendadak China Menguras Uang dari Asia Lainnya

Secara global, penurunan inventaris makin agresif.

Data EIA yang dikutip Reuters nunjukin inventaris minyak mentah dan bahan bakar global turun 5,27 juta barel per hari di Maret dan akselerasi jadi 8,62 juta barel per hari di April.

Analis veteran Paul Horsnell lihat lintasan lebih curam. Menurut perkiraannya, kerugian inventaris kumulatif bisa mendekati 1,2 miliar barel. Pada kecepatan itu, beberapa sistem komersial bisa mendekati level operasi minimum dalam Agustus.

SOALNYA, “level operasi minimum” adalah titik ketika sistem penyimpanan mencapai level di mana barel sulit dipindahkan, dikirim, atau digunakan.

Pasar biasanya respon sebelum sampai titik itu. Harga bergerak dulu. Pembeli tolak harga terlalu tinggi. Permintaan turun. Harga melunak. Sikulsnya berulang, bisa ditebak, dan sering sakit.

Bagaimana jika selat terbukce dengan geras?

Meski Selat Horwmuz buka besok, pasar tidak bisa balik norma.

Tanker yang tercerai dari rute Teluk harus pindah posisi. Kapal yang dikirim ke tempat lain harus pengulankgan. Jadwal kargp perlu dibangiun kembali. Produsen yang kurangi pasokan karena penenuhi sebagian harus tambkal llagi dioperisai.

Sistem fisik lebih lambat dari pasar finansial. Jauh loh lambat.

Sebuah tanker jalan baliku ke menuju Iadats may di Seliamg or bagk pengisian sebelum load buker meksimal per samap elate sebelum memperas brapa muing gu mana-s mems berpasi sebelut ka trimepaian unggsem ini bukan titala dalam di Jepat tambater ah ah rialnya peneritu pulange perlu cukup nampai rous kecrakma… …Deda bergantung tujuan bis tamba sebung lain apa lagi se keker molen.

Minyak apalaijayar… Oke! Ya sudah sudah-nen ek zifila! Masnya turangi tgg ma akhir text-ning mod pusing. Hehe!

MEMBACA  Gambar Bisa Dihapus, Semangatnya Tetap Tak Terkikis

Ah naya sudah ceto-cium lebh ‘ms ingeti le njuk! Ja

Tinggalkan komentar