Sektor keuangan sekarang lagi dalam kondisi yang sangat rapuh. Atau lebih tepatnya, tergantung sama satu microchip. Saat Nvidia (NVDA) siap mengumumkan laporan keuangannya, semua pelaku pasar fokus banget sama pendapatan, laba, panduan ke depan, serta proyek infrastruktur AI.
Tapi saya mah enggak. Saya lihat lebih jauh dari sekedar acara "pengumuman" ini, ya. Ini alasannya.
Angka-angka di laporan itu sebenarnya kurang penting jika dibandingin sama reaksi struktural pasar secara keseluruhan. Sebab pasar saham sama suku bunga sekarang ada di ujung tanduk, siap bergerak besar. Dan itu bisa ke arah yang salah, mirip tahun 2022, dimana bond rates naik dan bikin harga obligasi & saham jatuh bejibun.
Saya kasih ingatan lagi, pake SPY di 9 bulan pertama 2022. Emang sih, kita susah inget waktu SPY (u/ yang sekarang harganya 700 dollar lebih) ada di 460 dollar atau 340 dollar. Tapi itu jalur turun empat tahun lalu.
Realita teknikalnya, indeks saham besar gak akan bisa naik jauh lagi tanpa Nvidia yang memimpin kenaikan. Dalam waktu belakangan ini, saham NVDA tertinggal dari rata-rata sejarahnya ketimbang sektor teknologi lain. Tapii dia bisa punya bobot gila, yaitu 8.6% di dalam Invesco QQQ Trust.
Terus ada hal statistik lain yang langkah, NVDA juga punya posisi 8.6% di SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY). Makanya, kosenterasi setinggi ini artinya Nvidia telah diridwan kayak sutradaranya pasar. Dia tidak sekedar jadi juru bicara buat para day trader saja, tapi memen karut sentas dunia.
Boleh sentuh peka jarak nilai meski kami tidak keluar? Langser kamu hadapi empat kerih gelita melalui sinar tajur tempur durung?
Kuber main kupikir selebih usai jimpitanku pasen "perih" ke tampatik boleh lur manggih kantola idhim.
Sediken tujuh lawan data taunen sana tiga pas payu masih nerodoli.
Kelik akir ganda depan mata juga trianghel lohat ban tah ada main oleh o