Kamis, 21 Mei 2026 – 11:34 WIB
Jakarta, VIVA – Di tengah dinamika industri otomotif nasional yang mulai menunjukan pemulihan positif, Daihatsu berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu merek dengan basis konsumen terbesar di Indonesia. Sampai April 2026, penjualan ritel otomotif nasional tercatat sekitar 287 ribu unit atau tumbuh sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang ada di angka 268 ribu unit.
Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, Daihatsu mencatat penjualan retail sebanyak 46.953 unit dengan market share sebesar 16,3 persen. Raihan itu sekaligus membuat Daihatsu tetap bertahan di posisi kedua penjualan ritel otomotif nasional selama empat bulan pertama 2026.
Kontribusi terbesar datang dari model-model yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu di berbagai segmen. Pada kategori Low Cost Green Car (LCGC), duet Sigra dan Ayla masih menjadi pilihan utama konsumen Indonesia. Kedua model ini berhasil menguasai market share sebesar 36,8 persen di segmen LCGC.
Sementara di pasar SUV medium dengan harga sampai Rp300 juta, Terios juga menunjukan performa yang kompetitif dengan raihan market share mencapai 30,4 persen. Capaian itu membuat Daihatsu berada di posisi kedua segmen SUV medium nasional.
Dominasi Daihatsu gak cuma terjadi pada kendaraan penumpang. Di sektor kendaraan niaga ringan, Gran Max Series tetap menjadi tulang punggung penjualan perusahaan sekaligus kendaraan komersial favorit pelaku usaha. Gran Max menguasai market share sebesar 63,3 persen di segmen entry commercial.
Besarnya kontribusi Gran Max memperlihatkan bahwa kendaraan niaga ringan masih jadi kebutuhan utama bagi pelaku usaha di Indonesia, mulai dari UMKM hingga perusahaan berskala besar. Faktor daya angkut, efisiensi operasional, hingga biaya perawatan yang relatif terjangkau menjadi alasan utama model ini tetap diminati.
Selain unggul di masing-masing segmen, Daihatsu juga mencatat dominasi pada pasar kendaraan dengan harga sampai Rp300 juta. Pada kategori tersebut, Daihatsu meraih market share sebesar 32 persen. Sedangkan pada kendaraan bermesin pembakaran internal atau ICE di rentang harga yang sama, market share Daihatsu mencapai 38 persen.
Kekuatan Daihatsu juga kelihatan dari persebaran konsumennya yang gak cuma terkonsentrasi di kota besar. Penjualan Daihatsu di wilayah rural dan remote area mencapai 46 persen, lebih tinggi dibandingkan total market nasional yang ada di angka 33 persen.
Selain itu, kontribusi penjualan di luar wilayah Jabodetabek mencapai 81 persen, jauh melampaui kontribusi total market nasional yang ada di angka 67 persen. Hal ini nunjukin bahwa merek Daihatsu masih punya daya tarik kuat di berbagai daerah, termasuk di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, sampai kawasan Indonesia Bagian Timur.