Kementerian: Rusia Interseptasi ‘Berbahaya’ Pesawat Mata-Mata Inggris di Atas Laut Hitam

Sebuah insiden terjadi bulan lalu ketika pesawat Rivet Joint yang tidak bersenjata tengah mengamankan sayap timur NATO di wilayah udara internasional, demikian menurut Kementerian Pertahanan Inggris.

Dua jet Rusia “secara berulang dan berbahaya” mencegat pesawat pengintai Angkatan Udara Kerajaan Inggris pada bulan April di atas Laut Hitam, menurut Kementerian Pertahanan Inggris.

Pesawat Rivet Joint tersebut tidak bersenjata dan melakukan pengintaian rutin di wilayah udara internasional di atas Laut Hitam, guna mengamankan sayap timur NATO, ungkap kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

“Insiden ini adalah contoh lain dari perilaku berbahaya dan tidak dapat diterima oleh pilot Rusia, terhadap pesawat tak bersenjata yang beroperasi di wilayah udara internasional,” kata Menteri Pertahanan John Healey dalam pernyataan tersebut. “Tindakan ini menciptakan risiko serius terjadinya kecelakaan dan potensi eskalasi,” tambahnya.

Pesawat itu berulang kali dicegat oleh jet Su-35 Rusia, yang terbang cukup dekat untuk memicu sistem darurat di pesawat Inggris, demikian pernyataan itu. Sebuah Su-27 Rusia melakukan enam kali lintasan, terbang sejauh enam meter (kurang dari 20 kaki) dari hidung Rivet Joint.

Pejabat kementerian pertahanan dan luar negeri minggu ini secara resmi mengajukan protes kepada Kedutaan Besar Rusia mengenai insiden udara tersebut, demikian pernyataan Rabu.

Dikatakan bahwa insiden itu adalah aksi paling berbahaya dari pihak Russia terhadap pesawat pengintai Inggris sejak 2022, ketika sebuah pesawat Rusia di dekatnya melepaskan sebuah rudal di atas Laut Hitam, yang kemudian oleh Moskow disebut sebagai kerusakan teknis.

Pencegatn itu terjadi beberapa hari setelah Healey mengumumkan bahwa Angkatan Laut Kerajaan telah melacak dan “mengusir” tiga kapal selam Rusia dalam dugaan “operasi rahasia” selama sebulan di perairan Atlantik “di utara Inggris” dekat kabel bawah laut dan jaringan pipa yang vital.

MEMBACA  Ratusan Orang Berduka atas Wafatnya Politikus Ukraina Pro-Barat yang Tewas Ditembak di Jalanan

Healey mempublikasikan detail operasi pemantauan itu pada 9 April.

“Izinkan saya tegaskan: Insiden ini tidak akan menghalangi komitmen Inggris untuk mempertahankan NATO, sekutu-sekutu kita, dan kepentingan kita dari agresi Russia,” dia memperingatkan pada hari Rabu.

Misi pemantauan Inggris melibatkan sekitar 500 personel dan melihat pesawat Inggris terbang lebih dari 450 jam sementara sebuah frigat angkatan laut menempuh beberapa ribu mil laut.

Sebuah tinjauan pertahanan tahun lalu menyimpulkan bahwa Russia merupakan ancaman yang “langsung dan mendesak” bagi negara tersebut.

Tinggalkan komentar