Indonesia Perjuangkan Keselamatan Warganya yang Ditahan Israel

Jakarta (ANTARA) – Indonesia memperkuat komunikasi dengan Yordania, Turki, dan Mesir untuk membantu memastikan keselamatan sembilan warga negara Indonesia yang ditahan oleh pasukan Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) menuju Gaza.

“Saya sendiri sudah meminta kedutaan kita untuk berkomunikasi dengan kementerian luar negeri di Yordania, Turki, dan Mesir supaya mendapatkan informasi yang akurat tentang keberadaan dan kondisi warga kita yang ditahan,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono setelah rapat di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu.

Dia menekankan bahwa komunikasi dengan negara-negara Timur Tengah itu sangat penting untuk memastikan pesan Indonesia sampai ke Israel, mengingat Jakarta tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Tel Aviv.

“Kita berkomunikasi melalui mitra kita yang bisa langsung berhubungan dengan Israel, untuk pastikan warga kita diperlakukan dengan baik,” ujar Sugiono.

Dia juga memeberi jaminan bahwa pemerintah akan memaksimalkan semua upaya yang ada untuk memastikan para relawan dan jurnalis Indonesia yang ikut dalam konvoi kemanusiaan ke Gaza bisa pulang ke rumah dengan selamat dan dalam kondisi sehat.

Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Rabu memastikan sembilan WNI yang bergabung dalam misi kemanusiaan GSF telah ditahan oleh pasukan Israel.

Di antara sembilan orang Indonesia tersebut ada tiga jurnalis yang ditugaskan meliput misi itu: Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Indonesia dengan keras mengecam intersepsi Israel terhadap kapal-kapal bantuan kemanusiaan dan penahanan para relawan, termasuk warga negara Indonesia.

Situasi ini juga menunjukan betapa pentingnya bagi Israel untuk menjamin kelancaran pengiriman bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestin sesuai dengan hukum humaniter internasional.

MEMBACA  Zelensky Kecam Serangan Drone Rusia yang Tewaskan Lima Orang di Kereta Penumpang

Tinggalkan komentar