Proyek Tanggul Raksasa Laut Sepanjang 575 KM Siap Lindungi Ekonomi RI: AHY

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan bahwa pembangunan Tembok Laut Raksasa di Pesisir Utara Jawa bertujuan untuk melindungi ekonomi masyarakat.

“Ini bukan sekadar tembok laut. Ini tentang melindungi ekonomi masa depan negara dan rakyat kita,” kata AHY dalam pernyataannya pada Selasa (19 Mei).

Pemerintah Indonesia saat ini sedang mempercepat pembangunan infrastruktur adaptif, termasuk proyek Tembok Laut Raksasa, yang menjadi salah satu prioritas strategis nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tembok laut sepanjang 575 kilometer ini dirancang tidak hanya untuk melindungi garis pantai, tetapi juga untuk memastikan ketahanan pangan, kawasan industri, dan keselamatan jutaan masyarakat pesisir di Jawa.

AHY menekankan bahwa infrastruktur adalah langkah paling konkret dalam mewujudkan agenda keberlanjutan dan ketahanan iklim.

Perubahan iklim tidak bisa lagi dilihat sebagai ancaman masa depan, melainkan tantangan nyata yang dihadapi masyarakat saat ini, tambahnya.

Ia mencontohkan bencana besar yang disebabkan oleh Siklon Senyar di Sumatra, yang merenggut lebih dari seribu jiwa dan mempengaruhi jutaan orang.

“Adaptasi bukan lagi skenario masa depan. Adaptasi adalah biaya yang harus kita bayar hari ini,” ujar AHY.

Pemerintah berencana membagi garis pantai utara Jawa sepanjang 575 kilometer menjadi 15 segmen, dengan sub-segmentasi lebih lanjut di dalam setiap segmen untuk pembangunan bertahap tembok laut raksasa, guna mengurangi risiko pesisir dan penurunan tanah.

Saat ini, jadwal pelaksanaan masih dimatangkan, karena proyek harus mengintegerasikan pertimbangan teknis, lingkungan, dan sosial.

Badan Otorita Pengelolaan Pesisir Pantai Utara Jawa (BOPPJ) akan melaksanakan pembangunan secara tematik, dengan mempertimbangkan aktivitas ekonomi yang ada di sepanjang pesisir, guna menyelaraskan pembangunan dengan mata pencaharian lokal dan kebutuhan mitigasi.

MEMBACA  Menolak Mesin Insinerator, Warga Depok Karena Hal Ini

Proyek ini dinilai perlu karena pesisir utara Jawa menghadapi tantangan serius, termasuk penurunan tanah, kenaikan permukaan laut, banjir akibat curah hujan, dan banjir rob. Masalah-masalah ini telah mempengaruhi kawasan pemukiman, zona industri, pelabuhan, bandara, lahan pertanian, dan infrstruktur strategis nasional lainnya.

Tinggalkan komentar