Perusahaan fashion China Shein dikabarkan akan mengakuisisi merek Amerika Everlane dengan nilai transaksi sekitar $100 juta, setelah mendapat persetujuan dewan direksi. Puck News melaporkan hal ini berdasarkan sumber anonim.
Kesepakatan ini mengakhiri masa sulit keuangan Everlane yang punya utang $90 juta, termasuk pinjaman $25 juta dari Gordon Brothers dan fasilitas kredit $65 juta.
Perusahaan ekuitas swasta L Catterton dan CEO Everlane Alfred Chang sudah cari opsi investasi dari luar untukatasi utang. L Catterton dikabarkan setuju terima investor baru atau jual seluruh perusahaan.
Menurut laporan, Shein memilih kepemilikan penuh.
Catatan untuk pemegang saham dari Puck News bilang, pemegang saham biasa tidak akan dapat apa-apa dari transaksi ini, tapi tidak disebutin apakah ada transfer uang tunai atau apakah pemegang saham prioritas akan dapat uang atau saham Shein.
Everlane mulai berdiri awal 2010-an dengan identitas merek yang fokus pada keberlanjutan dan “transparans radikal” soal harga dan rantai pasokan.
Merek ini populer sebagai opsi yang lebih terjangkau di pasar pakaian, posisinya sebagai merek basic kekinian.
L Catterton beli saham minoritas akhir 2020, bertepatan waktu pendiri Michael Preysman dan kepala pemasaran Alexandra Spunt hengkang.
Upaya untuk naikin kelas merek ini ke pasar menengah atas—contoh merek seperti Theory dan Frankie Shop—gagal, terus merek ini alami tekanan kompetitif yang besar.
Akuisisi ini menujukan perubahan besar karena prinsip dasar Everlane bertentangan dengan model bisnis Shein.
Retail Insight Network sudeh hubungi Everlane dan L Catterton untuk minta komentar.