Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan bahwa pembicaraannya dengan PM Belanda juga berfokus pada perluasan kerja sama dalam bidang pertahanan dan keamanan.
Perusahaan Tata Electronics asal India telah menandatangani kesepakatan dengan raksasa teknologi Belanda, ASML, untuk membangun pabrik semikonduktor utama di India bagian barat, saat PM Modi mengunjungi Belanda dalam rangka tur Eropanya.
Kesepakatan yang diumumkan pada Sabtu lalu ini akan mendukung pengembangan fasilitas semikonduktor Tata di Dholera, Gujarat – negara bagian asal Modi.
ASML, perusahaan teknologi terbesar di Eropa berdasarkan nilai pasar, memproduksi mesin litografi canggih yang digunakan untuk membuat mikrochip kelas atas yang ditemukan di berbagai produk mulai dari ponsel hingga mobil.
Perusahaan Belanda tersebut mengatakan akan membantu “mendirikan dan meningkatkan” produksi di pabrik itu dengan memasok peralatan pembuatan chip mutakhirnya.
Tata Electronics berencana menginvestasikan $11 miliar di fasilitas tersebut, yang diperkirakan akan memproduksi chip untuk kecerdasan buatan, industri otomotif, dan sektor lainnya.
CEO ASML, Christophe Fouquet, mengatakan perusahaannya melihat “banyak peluang menarik” di industri semikonduktor India yang sedang berkembang pesat.
“Kami berkomitmen untuk menjalin kemitraan jangka panjang di kawasan ini,” ujar Fouquet dalam sebuah pernyataan.
Kesepakatan ini terjadi saat India dan Belanda bergerak memperdalam hubungan ekonomi, dengan Delhi mencari teknologi dan investasi asing untuk mendorong manufaktur dan menciptakan lapangan kerja.
Uni Eropa semakin memandang India – negara paling padat penduduk di dunia dan salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat – sebagai pasar kunci masa depan.
Selama kunjungannya, Modi mengadakan pembicaraan dengan PM Belanda Rob Jetten dan bertemu dengan Raja Willem-Alexander.
“Percakapan saya dengan Perdana Menteri Rob Jetten sangat mendalam dan mencakup berbagai topik,” tulis Modi di X. “Salah satunya adalah pertahanan dan keamanan. Saya berbicara tentang kemungkinan menyusun rencana aksi untuk industri pertahanan secepat mungkin. Kami juga dapat berkolaborasi di sektor seperti perjalanan luar angkasa, sistem maritim, dan keamanan maritim.”
Modi juga berpidato di depan anggota diaspora India dan dijadwalkan akan memeriksa lempengan tembaga Chola berusia berabad-abad yang akan dikembalikan ke India oleh Universitas Leiden.
Pejabat India dan Belanda juga tengah membahas pengaturan visa yang lebih fleksibel bagi pelajar dan pekerja India di Belanda.
Modi selanjutnya akan bertandajng ke Swedia untuk diskusi dengan PM Ulf Kristersson dengan fokus pada kerja sama perdagangan, inovasi, dan teknologi hijau. Kunjungan ini adalah kali kedua baginya ke negara tersebut sejak menghadiri KTT India-Nordik pertama pada 2018.